Analisa Fundamental Betonjaya (BTON) – Peluang Saham Termurah

PT Betonjaya Manunggal Tbk, kode saham BTON, didirikan di Surabaya pada tahun 1995, go public pada tahun 2001. Bergerak di industri besi dan baja, dengan hanya satu produk yaitu Besi Beton Polos dengan diameter 6 sampai 12 mm. Pemegang saham mayoritas sebagai pengendali perusahaan adalah keluarga Gwie Gunawan yang menguasai 80% saham. Dan hanya 8,6% saham yang dimiliki oleh masyarakat (dengan kepemilikan kurang 5%).

Kinerja perusahaan berdasarkan laporan Q1-2018 Aset 197 milyar, liabilities 34 milyar, equities 163 milyar, penjualan (TTM) 95 milyar, Profit (TTM) 18 milyar, ROE (TTM) 11%. Per 18 Mei 2018 harga saham 170, PBV 0.75, market cap 122 milyar, Enterprise Value -1 milyar. 

History harga saham BTON
History harga saham BTON

Peluang Investasi dari saham BTON

Mari kita lihat lagi angka-angka penting dari data laporan keuangan kuartal 1 2018 dan data market per 18 Mei 2018.

  • Uang Kas: 123 milyar
  • Hutang: 0 rupiah
  • Harga saham 170, jumlah saham 720 juta lembar. Market Cap: 122 milyar
  • Enterprise Value: Market Cap + Hutang – Cash: -1

Enterprise Value menunjukkan harga keseluruhan perusahaan jika akan dibeli seluruh sahamnya (100%). Ketika membeli perusahaan, maka semua asetnya akan menjadi hak pemilik, termasuk hutang dan uang kas. Nah, hebatnya case BTON ini adalah dengan membeli keseluruhan sahamnya seharga 122 milyar, maka pembeli akan mendapatkan:

  • uang kas 123 milyar. Dengan hutang 0 rupiah.
  • Memiliki investasi di perusahaan asosiasi (GDST) senilai 33 milyar.
  • Memiliki aset tetap yang berupa tanah dengan harga perolehan 3,7 milyar. Ingat, itu adalah harga perolehan, tentu saja harga pasar sekarang pastinya lebih tinggi dari itu.
  • Bisnis dengan penjualan 95 milyar/tahun. Profit 18 milyar/tahun. ROE 11%
  • Bisnis ini naik (tumbuh) sejak 3 tahun lalu, setelah turun dari tahun-tahun sebelumnya.

Tidak perlu dihitung secara detail dengan cara valuasi relative PER, relative PBV, ataupun discounted free cash flow (DFCF). Dengan metode valuasi apapun, harga saham BTON saat ini sudah bener-benar murah. Namun jika masih ingin tetap menghitung valuasinya, silahkan baca-baca artikel berikut:

Bagaimana, peluang investasi yang sangat menarik sekali bukan? Namun pastinya pemilik saham pengendali (mayoritas) tidak ingin menjual perusahaannya tersebut. Namun kita sebagai investor retail masih punya peluang untuk ikut memiliki sahamnya, di mana 8,6% saham dimiliki oleh public. Dengan total Market Cap 122 milyar, maka 8,6% saham public bernilai 10,5 milyar. Saya berencana untuk menjadikan BTON sebagai salah satu portfolio InvestorSadar.

Prospek Pertumbuhan Bisnis BTON

Produk besi beton polos paling banyak dipakai oleh pembanguan perumahan kecil menengah, selain juga dipakai untuk pembangunan macam-macam lainnya. Saya kutip dari Laporan Tahunan 2017 “Manajemen memiliki keyakinan bahwa besi beton masih terus dibutuhkan sebagai upaya untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam bidang pembangunan, baik untuk mendukung pembangunan infrastruktur maupun perumahan, dengan demikian diharapkan kinerja Perseroan akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.”

Kinerja tahun per tahun memang kadang naik dan turun, di mana harga sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas besi dan baja. Oleh karena itu, kita melihatnya dari perspektif jangka panjang. Dari data laporan keuangan tahun 2008 sampai 2017, rata-rata pertumbuhan pertahun (CAGR) aset 11%, ekuitas 12%, dan uang kas 15%. Angka yang cukup bagus, menunjukkan perusahaan yang sehat dan tumbuh.

Mengenal Pemilik Saham Mayoritas BTON, Gwie Gunawan

Mari kita lihat sekilas bisnis Gwie Gunawan di industri besi dan baja ini. Ada 3 perusahaan tbk yang ada dalam kepemilikannya. Untuk perusahaan privat tidak banyak yang bisa ditelusuri. Laporan tahunan ketiga perusahaan tbk tersebut juga terlalu sederhana untuk sebuah perusahaan publik. Berikut ini 2 yang lain dari perusahaan tbk Gwie Gunawan.

PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST)

Berdiri tahun 1973 di Surabaya, go public pada tahun 1989. Memproduksi pelat baja. Gwie Gunawan menguasai 87,3% saham. BTON memiliki 2,4% saham. JPRS memiliki 8,3% saham. Hanya 2% yang dimiliki oleh masyarakat (dengan kepemilikan kurang 5%).

Berdasarkan laporan Q1-2018 Aset 1.287 milyar, liabilities 442 milyar, equities 845 milyar, penjualan (TTM) 1.229 milyar, ROE 1.2%. Per 18 Mei 2018 harga saham 103, PBV 1, market cap 845 milyar, Enterprise Value 685 milyar.

GDST menjadi pemasok utama buat bahan baku produksinya BTON.

PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS)

Berdiri tahun 1989 di Surabaya, go public pada tahun 2009. Memproduksi pelat baja. Gwie Gunawan menguasai 84% saham, dan public 16%. Berdasarkan laporan Q1-2018 Aset 357 milyar, liabilities 66 milyar, equities 291 milyar, penjualan (TTM) 244 milyar, ROE -5.1%. Per 18 Mei 2018 harga saham 150, PBV 0.39, market cap 113 milyar, Enterprise Value 110 milyar.

Bidang usaha JPRS sama dengan GDST, memproduksi pelat baja, hanya volume-nya lebih kecil. Oleh karena itu, group perusahaan melakukan efesiensi dengan cara salah-satunya pembelian bahan baku dilakukan secara kolektif, juga penjualan produk banyak yang ke distributor (pembeli) yang sama.

*******

Ciri khas ketiga perusahan Gwie Gunawan diatas adalah tidak punya pinjaman bank sama sekali. Liabilities di laporan keuangan itu adalah hutang usaha dan estimasi imbalan pensiun karyawan (yang dicatat sebagai utang jangka panjang). Manajemen yang sangat berhati-hati dengan hutang. Contoh lagi, salah satu perusahaan bagus di Indonesia yang dikelola oleh keluarga pendiri.

1 tanggapan pada “Analisa Fundamental Betonjaya (BTON) – Peluang Saham Termurah”

Tinggalkan Balasan