Analisa Fundamental Multi Indocitra (MICE) – Market Leader yang Stagnan

Product Bayi Pigeon

PT Multi Indocitra tbk, kode saham MICE. Didirikan tahun 1990 dengan bidang usaha distribusi produk perawatan kesehatan dan aksesoris bayi, ibu hamil serta ibu menyusui. Melantai di bursa (go public) tahun 2005. Product andalannya adalah botol susu dan dot dengan merek Pigeon, lisensi dari Jepang. Berdasarkan Top Brand For Kids Index 2018, product-product Pigeon berikut memperoleh Top Brand no 1: Botol Susu, Dot Botol, Sikat Pembersih Botol, Bottle Steamer/Sterilization, Pemanas Susu, Box Asi, dan Perlengkapan Makan Bayi.

Kompetitor nomer 2 untuk product botol dan dot merek Pigeon adalah merek Huki. Namun, angka brand index Huki jauh di bawah Pigeon. Tidak banyak informasi yang bisa digali dari pemilik brand Huki ini, selain tertulis nama PT Ikhaparmindo Putramas. Jadi secara fundamental perusahaan, belum ada data laporan keuangan yang bisa dibandingkan.

Kejadian penting tahun 2017
Mendirikan anak perusahaan baru PT Digital Niaga Indonesia dengan bisnis utama (core business) Enabler Business (Market Place Provider) dan Online Retail (dengan nama Babypapaya.id). Juga mendirikan anak perusahaan baru PT Sinergi Multi Distrindo diharapkan dapat memperkuat lini usaha distribusi dan logistik Perusahaan. Juga menjual 30% kepemilikan saham tidak langsung (memalui anak perusahaannya/PT Mutlielok Cosmetic) di PT Pigeon Indonesia kepada Pigeon Singapore Pte Ltd, sehingga sekarang kepemilikan menjadi 35% dari sebelumnya 65%. Manajemen menegaskan transaksi jual beli saham tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi dan tidak ada benturan kepentingan. Transaksi ini juga bukan transaksi material. Mendapatkan uang $ 8,8, setara dengan 117Milyar rupiah.

Pangsa Pasar (Market Share) dan Opportunity Pertumbuhan

Berdasarkan hasil survey Sigma Research terhadap ibu yang memiliki bayi dan anak di bawah dua tahun, diperkirakan market size produk perlengkapan bayi di Indonesia mencapai Rp. 10,4 trilliun. Nilai pasar produk perlengkapan kebutuhan bayi terus meningkat  dengan pertumbuhan rata-rata lebih dari 12% per tahun. Penjualan MICE di tahun 2017 adalah sebesar 570 milyar rupiah, sekitar 5,5% dari total market size produk perlengkapan bayi. Walaupun di product Botol dan Dot Pigeon adalah nomer 1, namun market size perlengkapan bayi didominasi oleh pakaian.

Masih berdasarkan survey Sigma Research tersebut, penetrasi teratas tiga produk utama perlengkapan bayi yaitu pakaian bayi (90,4%), botol susu (65,0%) dan perlengkapan makan (44,5%). Masih banyak ruang buat pertumbuhan product-product MICE yang dominan di botol susu.

 

Kinerja Laporan Keuangan

Laporan Keuangan MICE
Laporan Keuangan MICE

Sebagai investor, yang dilihat pertama kali adalah ROE. Rata-rata ROE di bawah 10%. Bukanlah pencapaian yang bagus. Pada tahun 2017 terdapat lonjakan yang besar pada laba usaha yang berasal dari penjualan 30% saham di PT Pigeon, tentu saja ini bukanlah pendapatan yang berulang. Jadi untuk tahun depan, tentunya pendapatan dan ROE akan turun.

Sejak tahun 2008 sampai 2017, rata-rata pertumbuhan penjualan (pendapatan) adalah 7%. Ini wajar, dengan posisi MICE yang market leader, menjadikan ruang pertumbuhannya tidak lebar. Ke depannya, ruang pertumbuhan itu masih bisa berasal dari fakta bahwa penetrasi botol susu (berdasarkan data survey Sigma Research di atas) masih 65%, dan juga karena angka pertumbuhan penduduk. Namun tetap, dalam beberapa tahun ke depan pertumbuhan pendapatan tidak akan jauh dari 7% per tahun.

Sejak tahun 2008 sampai 2017, rata-rata pertumbuhan aset, liabilitas, dan equitas adalah 14%, 24%, dan 11%. Pertumbuhan liabilitas (hutang) paling tinggi. Ini berkorelasi dengan data bahwa selisih antara Payable periode dan Receivable period semakin lama semakin besar, jadi perusahaan butuh cashflow yang lebih besar untuk modal kerjanya karena jangka waktu penagihan piutang lebih lama daripada jangka waktu pembayaran hutang. Sebuah kondisi yang tidak menguntungkan. Bandingkan dengan Unilever yang justru sebaliknya, di mana jangka waktu penagihan piutang lebih cepat daripada jangka waktu pembayaran hutang.

Kinerja Harga Saham

history harga saham MICE
history harga saham MICE

 

Kinerja Harga Saham MICE
Kinerja Harga Saham MICE

Sejak IPO tahun 2005, harga saham tidak ke mana-mana, justru harga sekarang malah di bawah harga IPO. Bahkan dengan pencapaian laba tahun 2017 yang lebih besar sekalipun tidak membuat harga saham naik. Memang bahwa laba ini bukan dari Operation Profit, lebih karena penjualan aset; namun biasanya case begini sudah cukup untuk membuat harga saham melonjak.

Dilihat dari valuasi PER, PBV, dan PEG, harga saham MICE benar-benar murah. Apakah harga yang sangat murah ini menunjukkan peluang Value Investing yang besar? Kita tidak tahu kapan saham ini akan naik. Juga kita tidak tahu apakah harga yang sudah rendah ini justru apakah bisa menjadi rendah lagi. Di dunia investasi saham kita mengenal istilah Value Trap, di mana investor terjebak dalam saham yang tidak naik-naik dalam jangka panjang meskipun valuasinya sangat murah.

Berkaca dari cart historical harga saham di atas. Dalam rentang waktu yang panjang, ada waktu-waktu di mana harga saham melonjak tinggi sebelum akhirnya turun lagi. Dengan bantalan harga saham yang sangat murah saat ini, rasanya boleh juga bertaruh untuk jangka dua atau tiga tahun kita berharap harga saham akan naik. Saat ini saya sedang meng-consider untuk membeli sedikit saham MICE ini, mengambil peluang yang cukup make sense.

Silahkan share artikel ini

Tinggalkan Balasan