Analisa fundamental Ultrajaya (ULTJ) – Investasi di “Wonderful Company with Wonderful Price”

Investasi Terbaik di Perusahaan Terbaik – The Wisdom

Ultrajaya adalah penguasa market susu UHT dengan market share lebih dari 50%. Dengan produk adalannya Susu Ultra Milk, disukai oleh semua golongan usia. Terbukti berhasil mengembangkan bisnis dari dulu (sejak tahun 1971). Dengan potensi market yang sangat besar, ditambah pengalaman yang sangat mumpuni di bidangnya, besar kesempatan bagi kinerja dan pertumbuhan yang super ini akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang.

Dengan pertumbuhan pertahun (CAGR) Laba Bersih, Free Cashflow, dan harga saham di atas 30%, menjadikan ULTJ sebagai emiten terbaik untuk investasi. Dengan mengambil timeframe jangka panjang, tidak perlu diragukan lagi bahwa harga saham akan sebanding dengan kinerja bisnisnya.

Data Laporan Keuangan ULTJ

Mari kita bedah kinerja perusahaan ini. Kita mulai dari laporan keuangannya. Tabel 1 berikut ini berisi ringkasan laporan keuangan dari tahun 2008 sampai 2017, yang teridiri atas balance sheet statement, income statement, Cash flow statement, dan rasio-rasio pentingnya.

Tabel 1. Ringkasan Laporan Keuangan

Return Bisnis yang Besar

Sebagai investor, yang pertama dilihat adalah ROE-nya, seberapa besar kemampuan perusahaan itu menghasilkan laba atas investasinya. ROE ULTJ cukup besar, di kisaran belasan sampai 20an persen.

Wait, ada yang tersembunyi di balik ROE yang segitu. Lihat Cash akhir tahun, selalu bertambah. Selama ini perusahaan sangat pelit akan deviden. Sukanya menahan laba. Uang kas yang sangat besar ini ditaruh di bank, dan tentu saja dengan return sekitaran bunga deposito yang nilainya jauh di bawah ROE bisnisnya. Kalau begitu, untuk mendapatkan nilai ROE perusahaan yang lebih presisi, kita bisa mengira-ngira dengan mengurangkan Cash dari Equity sehingga kita dapatkan ROE [minus Cash]. Dari tabel 1, nilai ROE [minus Cash] dua tahun terakhir di atas 30%.

Pertumbuhan Bisnis yang Besar dan Berkelanjutan

Pertumbuhan pertahun (Compound Annual Growth Rate/CAGR) ini saya analisa selama delapan tahun terakhir, dari tahun 2009 sampai 2017. Sengaja tidak saya hitung dari tahun 2008 karena di tahun 2008 tersebut terdapat corporate action yang sangat besar di mana Ultrajaya menjual unit bisnis Buavita ke Unilever (UNVR).

Tabel 2. CAGR dari tahun 2009 sampai 2017

Indikator pertama dalam pertumbuhan perusahaan adalah meningkatnya pendapatan/revenue/penjualan/sales. Pendapatan naik 15% per tahun. Dan ULTJ selalu menjadi market leader, dengan market share yang meningkat dari tahun ke tahun.

Perusahaan berhasil menumpuk pundi-pundi kekayaannya, dengan pertumbuhan laba dan cash yang besar, di atas angka 30%.

Saldo Cash sangat tinggi, ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih untuk menahan labanya daripada membagi dividen. Ada kemungkinan suatu saat nanti perusahaan merencanakan untuk melakukan ekspansi yang sangat besar dengan menggunakan uang sendiri (tanpa perlu berhutang yang ada beban bunganya).

Kinerja yang sangat superior. CAGR harga saham 31%, jauh melebih return rata-rata investasi saham di Indonesia yang sebesar 18%. Catatan: CAGR return IHSG 16% dan dividen yield 2%, sehingga total return 18%.

Kenaikan harga saham ini kira-kira sebanding dengan pertumbuhan free cashflow dan laba perusahaan. Ini membuktikan bahwa dalam jangka panjang harga saham akan sebanding dengan kinerja perusahaan. Catatan: free cashflow di sini dihitung dari operating cashflow dikurangi dengan investing cashflow.

Skala Bisnis yang sangat efesien

Dari tabel 2 di atas: pendapatan, laba kotor, dan laba bersih masing-masing nilai CAGR-nya 15%, 20%, dan 36%. Pertumbuhan laba jauh melebihi pertumbuhan pendapatan/revenue/penjualan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan beroperasional sangat efesien; untuk meningkatkan jumlah produksi/penjualan tidak diperlukan peningkatan biaya yang sama besar.

Valuasi

Tabel 3 berikut ini berisi data history Market Capitalization, jumlah saham, PBV (Price to Book Value), PER (Price Earning Ration), EPS (earning per share), dan harga saham.

Tabel 3. History harga saham dan market ratio

Valuasi – Metode PER

Dari tabel 3, rata-rata PER dari sejak 2009: 27
Harga saham acuan sekarang: 1480 (per 3 April 2018)
Dari tabel 2, pertumbuhan laba adalah 36%. Dengan estimasi yang konservatif misalkan pertumbuhan 15%, maka diharapkan EPS tahun 2018 adalah 70.

Expected Harga saham
= Rata-rata PER x estimated EPS
= 27 x 70 = 1890

Margin of Safety (MOS)
= (Expected Harga saham – Harga Saham) / Harga Saham
= (1890 – 1480)/1480 = 28%

Valuasi – Metode Discounted Free Cash Flow

Berikut ini hitungan dengan discounted free cash flow. Meskipun dari tabel 2, pertumbuhan free cash flow adalah 32%. Namun saya melakukan estimasi dengan sangat konservatif dengan mengambil angka pertumbuhan 15%.
Dengan asumsi selama 10 tahun ke depan free cash flow tumbuh 15%, dan setelah itu pertumbuhan hanya 1%, maka diperoleh intrinsic value 3.194 dan Margin of Safety 116%.

Tabel 4. Valuasi discounted free cash flow

Dari dua metode valuasi di atas, didapatkan nilai Margin of Safety yang besar. Tentunya hasil valuasi sangat ditentukan oleh asumsi-asumsi yang dipakai, khususnya asumsi tentang pertumbuhan.
Dengan karakteristik Ultrajaya sebagai perusahaan yang Capital Efficient Company, maka metode valuasi yang paling tepat adalah Discounted Free Cash Flow.

Kesimpulan

Mengutip prinsip Warrent Buffet

“It’s far better to buy a wonderful company at a fair price, than a fair company at a wonderful price”

Yang artinya kira-kira

“Lebih baik investasi di perusahaan yang luar biasa dengan harga saham yang wajar, daripada di perusahaan yang biasa-biasa saja walaupun dengan harga saham yang murah”

Ultrajaya dengan kinerjanya selama ini (CAGR Laba Bersih, Free Cashflow, dan harga saham di atas 30%) dan mempunyai competitive advantage yang sangat besar (di mana product andalannya menguasai lebih dari 50% market share), maka sangat tepat kalau kita sebut sebagai Wonderful Company.

Dengan valuasi yang memberikan Margin of Safety yang besar, maka harganya bisa dibilang murah. It’s a wonderful company with wonderful price.

Versi pdf bisa di-download di sini.

Catatan:
Semua resiko atas penggunaan informasi di sini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Saat ini ULTJ sudah menjadi bagian dari portfolio investorsadar.

Silahkan Baca: Daftar Tulisan Lengkap

4 tanggapan pada “Analisa fundamental Ultrajaya (ULTJ) – Investasi di “Wonderful Company with Wonderful Price””

  1. Pak Rohmad,

    Kalau berkenan, boleh di share lebih lanjut tidak pak tentang metode DCF nya. WACC =14% itu didapat darimana ya pak? Nilai Re dan Rd yang dipakai berapa? Terima kasih.

    1. Formula untuk menghitung WACC, bisa dilihat di investopedia. Dari hasil perhitungan berdasarkan formula WACC yang baku tersebut saya dapatkan nilainya di bawah 10%. Bisa juga dicompare dengan WACC industri sejenis, misalnya analisa dari HSBC, rata-rata WACC industri Indonesia Food and Beverage juga di bawah 10%.

      Saya memakai discount factor 14% (jauh di atas WACC menurut perhitungan umum) adalah untuk bantalan keamanan hitungan saja. Saya sangat konservatif dalam melakukan valuasi

      1. Terima kasih Pak Rohmad,

        Data yang dikasih cukup membantu. Resources dari analisa HSBC atau sekuritas yang lain itu yang cukup sulit saya cari.

Tinggalkan Balasan