Cara Melakukan Analisa Saham dan Contohnya

Analisa saham adalah senjata utama Investor saham. Tidak bisa tidak, ini harus dilakukan. Apakah melakukan analisa saham ini sulit? Tidak juga. Yang penting adalah menggunakan akal sehat (common sense) saja. Jadi tidak perlu orang yang jenius untuk bisa melakukannya.

Yang dibahas di sini adalah analisa fundamental, yaitu analisa yang mendasarkan pada fundamental bisnis perusahaan. Fundamental meliputi kinerja keuangan perusahaan (aset, pendapatan, laba, pertumbuhan, dll) dan sesuatu di luar perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan tersebut (pelanggan, kompetitor, industri, ekonomi negara dan dunia, dll).

Analisa fundamental ini digunakan untuk memilih saham yang akan dibeli untuk investasi jangka panjang. Menurut saya, jangka panjang adalah 2 tahun ke atas. Di bawah itu saya kategorikan jangka pendek.

Dibedakan dengan analisa teknikal yang mendasarkan pada pergerakan harga saham. Analisa teknikal dipakai untuk memilih saham untuk dibeli dalam jangka pendek (menitan, jam-jaman, harian, mingguan, bulanan). Karena buat jangka pendek dan bukan mendasarkan pada fundamental perusahaan, maka trading saham jenis yang ini bukan dikategorikan sebagai investasi tapi lebih sebagai trading untuk mendapatkan capital gain jangka pendek.

Investor (yang berfokus pada jangka panjang dan fundamental perusahaan)  tidak wajib menguasai analisa teknikal. Tapi merupakan nilai tambah ketika digunakan untuk melihat trend (tren naik atau tren turun) jangka panjang, tapi tetap ya itu hanya nilai tambah saja bukan mandatory. Kenapa? Karena dalam jangka panjang harga saham akan mengikuti kinerja fundamental bisnis perusahaan.

Pra-syarat untuk mampu menganalisa saham

1. Mengerti ke mana mencari informasi dan data:

  • Website perusahaan
  • Website IDX (bursa saham Indonesia)
  • Web site penyedia informasi dan data

2. Mengerti dasar-dasar laporan keuangan:

  • Balance Sheet (Neraca): Asset, Liabilitas, Equitas
  • Income Statement (Rugi-laba): Pendapatan/ penjualan/ revenue, beban, laba
  • CashFlow (Arus Kas): Operating, Investing, Financing

3. Mengerti rasio-rasio dalam analisa laporan keuangan:

  • ROE
  • Margin (Gross, operating, Net)
  • Asset Turnover
  • Financial Leverage
  • DER
  • Pertumbuhan (CAGR)

4. Mengerti cara melakukan valuasi (menghitung harga wajar) saham:

  • Metode Relative PER
  • Relative PBV
  • Margin of Safety (MOS)
  • PEG (PER dibagi Pertumbuhan EPS)
  • Discounted Cashflow

Langkah-langkah menganalisa saham

Sebelum melakukan analisa lebih dalam dan detail, tentunya kita mencari dulu saham dengan screening awal sesuai dengan kriteria yang kita pilih. Sebagai referensi silahkan baca Kriteria Memilih Saham.

Berikut ini langkah-langkahnya. Sebaiknya dilakukan semuanya. Jika analisa akan di-share ke pihak lain, perlu di-highlight item-item yang menjadi keunggulan (competitive advantage), namun bisa di-skip item-item yang sudah diketahui bersama atau sudah dianggap umum.

1. Lihat perusahaannya

  • Bergerak di industri apa? Apa produknya?
  • Siapa pelanggannya? Darimana mendapatkan revenue?
  • Berapa lama menjalankan bisnis ini?
  • Komposisi pemilik (pemegang) sahamnya?
  • Bagaimana Manajemennya?

2. Lihat Surrounding (sekitarnya)

  • Trend bisnis yang berpengaruh? Misalnya eCommerce, dll.
  • Pengaruh dari situasi global? Ekonomi makro?
  • Apakah ada kebijakan negara yang berpengaruh? Misalnya insentif untuk industri tertentu.
  • Siapa saja competitor-nya?

3. Analisa Kinerja fundamental bisnisnya

  • Yang paling penting berapa ROE-nya?
  • Kontribusi ROE paling tinggi dari mana? Apakah dari Net Margin, Asset Turnover, atau financial Leverage?
  • Apakah laba sebanding dengan Operating Cashflow? Untuk menelisik apakah labanya real atau hanya sebentuk financial re-engineering.
  • Apakah keuangannya sehat? Berapa DER? Utang berbunga terlalu besar?
  • Faktor apa yang menjadi keunggulan (competitive advantage) nya?

4. Lihat pertumbuhan dan prospek ke depannya

  • Apakah revenue (pendapatan) tumbuh?
  • Apakah pertumbuhan laba melebihi pertumbuhan revenue?
  • Apakah product-nya masih disukai pelanggan? Pemimpin pasar?
  • Apakah ada competitor yang mengancam?

5. Lihat kinerja harga sahamnya

  • Berapa kenaikan harga saham selama ini?
  • Apakah kenaikan harga saham sebanding dengan pertumbuhan bisnis/laba?
  • Apakah sahamnya liquid/aktif diperdagangkan?

6. Hitung harga wajar dan margin of safety (MOS)-nya

  • Berapa harga wajar sahamnya?
  • Berapa margin of safety-nya?
  • Apakah harga saham murah atau kemahalan?

7. Buat kesimpulannya

  • Apakah fundamental bisnisnya bagus, biasa saja, atau buruk?
  • Apakah sekarang sudah layak untuk dibeli?
  • Atau hanya dimonitor dulu sambil menunggu waktu yang tepat?
  • Atau harus dihindari?

Contoh Analisa Saham yang ada di website InvestorSadar ini

Silahkan Baca: Daftar Tulisan Lengkap

Tinggalkan Balasan