Kumpulan Analisa Fundamental Bank Central Asia (BBCA)

Logo Bank BCA

 

PT Bank Central Asia Tbk adalah salah satu bank terbesar dan terbaik di Indonesia. Market Kapitalisasinya terbesar dibandingkan Bank-bank besar lainnya, sehingga menjadi salah satu motor penggerak dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) market Indonesia. Mari kita lihat analisa fundamentalnya, juga analisa-analisa dari pihak lain sebagai tambahan informasi dan pencerahan.

Berkode saham BBCA. Di industri perbankan, BBCA memiliki total Market Cap terbesar nomer 1. Walau dari sisi aset dan ekuitas bukan nomer 1 tapi 2 (di bawah Bank BRI dan Bank Mandiri) , dan dari sisi profitabilitas (ROE) juga bukan nomer 1 tapi 2 (di bawah Bank BRI). Itu artinya, saham BBCA adalah yang paling mahal. Fakta lain lagi yang menjadikan harga saham BBCA paling mahal adalah PBV dan PER  paling tinggi di antara bank-bank besar tersebut.

Mahalnya saham BBCA, apakah menjadikan saham ini yang terbesar dalam memberikan return buat pemegang saham, dalam arti kenaikan harga sahamnya paling tinggi? Tidak. Mari kita bandingkan dengan ketiga bank besar lainnya  (Bank Rakyat Indonesia-BBRI, Bank Mandiri-BMRI, dan Bank Nasional Indonesia-BBNI) berdasarkan data dari tahun 2008 sampai 2017.

CAGR Harga Saham (%):BBCA 23.6, BBRI 25.9, BMRI 26.0, BBNI 35.5
Rata-rata PER: BBCA 18.4, BBRI 11.2, BMRI 13.2, BBNI 11.1
Rata-rata PBV: BBCA 4.0, BBRI 2.8, BMRI 2.3, BBNI 1.6

Pertumbuhan (CAGR) harga saham BCA adalah 23,6% pertahun. Bandingkan dengan BBRI 25,9%, BMRI 26%, dan BBNI 35,5%.  BBCA paling kecil, walaupun secara umum return 23,6% per tahun itu termasuk besar buat investor saham di mana IHSG hanya 18%Catatan, pengitungan return keempat Bank ini hanya berdasarkan harga saham semata, tidak menambahkan dividen yield, tapi untuk kemudahan analisa ini saya asumsikan saja dividen yield-nya sama.

Nah sekarang, kita lihat perbandingan PER (Price to Earning Ratio) dan PBV (Price to Book Value). Selama tahun 2008 sampai 2017 tersebut, rata-rata PER dan PBV saham BBCA paling tinggi, dan yang paling rendah adalah rata-rata PER dan PBV saham BBNI. Lihat, bahwa saham dengan PER dan PBV paling rendah (BBNI) memberikan return yang paling besar (35,5%). Ternyata prinsip value investing terlihat banget relevansinya dengan melihat kinerja perusahaan-perusahaan dalam jangka panjang.

Selanjutnya, berikut ini bahan-bahan bacaan dan analisa di seputar Bank BCA ini. Sebelum memutuskan untuk investasi ke suatu saham, kenali dulu dengan baik si perusahaan tersebut.

Memahami BBCA lebih detail

Data Financial, Harga Saham, dan Analisa Terupdate dari Portal Besar

Analisa dari Berbagai Perusahaan Sekuritas

Analisa dari Artikel di Website/Blog

Analisa dari Tulisan Ilmiah/Akademik

Silahkan share artikel ini

1 tanggapan pada “Kumpulan Analisa Fundamental Bank Central Asia (BBCA)”

  1. Pingback: Bisnis, Perusahaan, dan Saham Orang Terkaya Indonesia - Investor Sadar

Tinggalkan Balasan