Analisa fundamental Bank Permata (BNLI) – Peluang Value Investing yang Significant

Bank Permata, dulunya bernama PT Bank Persatuan Dagang Indonesia, berdiri tahun 1954. Berubah menjadi PT Bank Bali tahun 1957. Melantai di Bursa Efek Jakarta (sekarang BEI) pada tahun 1990, dengan kode saham BNLI. Gelombang krisis 1998 menjadikan Bank Bali masuk ke dalam bank-bank di bawah BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional). Pada tahun 2002 oleh BPPN dimerger dengan PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Ekspress, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot; menjadi PT Bank Permata Tbk. Hingga akhirnya Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk mengambil alih Bank Permata dari BPPN pada tahun 2004.

Sampai sekarang Standard Chartered dan Astra masih menjadi pemegang saham mayoritas, masing-masing 44,56%, dan public hanya sedikit yaitu 10,88%. Dan Investorsadar.com menjadi salah satu di antara public yang sedikit itu 😊

Sekarang mari kita lihat opportunity apa yang ada di BNLI ini. Tabel-tabel di bawah ini berbicara sangat banyak. Mari kita lihat satu per satu. Lanjutkan membaca Analisa fundamental Bank Permata (BNLI) – Peluang Value Investing yang Significant

Dasar-dasar Laporan Keuangan

Investor saham harus mengerti dasar-dasar laporan keuangan (financial statement). Tidak perlu kemampuan matematika yang canggih. Cukup menguasi dasar penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dasar saja. Di mana ini adalah pelajaran matematika tingkat SD.
Jadi buar para calon investor, tidak usah berkecil hati. Tidak rumit untuk menguasai hal ini.

Semua perusahaan terbuka (tbk) wajib mem-publish laporan keuangannya. Di-publish di website perusahaan dan website bursa efek indonesia. Jadi siapapun bisa mendapatkan datanya. Link berikut ini menjelaskan sumber-sumber data tersebut: Sumber-sumber data untuk analisa fundamental saham.

Laporan Keuangan Berisi berikut ini, di mana tiga yang pertama yang paling kita butuhkan untuk analisa: Lanjutkan membaca Dasar-dasar Laporan Keuangan

Sumber-sumber Data untuk Analisa Fundamental Saham

Berikut ini tujuh sumber data yang bisa dipakai untuk analisa, yaitu website perusahaan, website bursa efek Indonesia, Morningstar, Investing.com, Stockbit, Yahoo Finance, dan Bloomberg. Silahkan di-explore semuanya, yang mana yang paling cocok buat anda.

Dari ketujuh sumber tersebut, saya paling sering memakai Stockbit dengan feature berbayar, karena saya perlu data historical yang lebih panjang dan tinggal ngambil saja. Kalau ngumpulin satu-satu, perlu effort dan waktu yang lebih. Lanjutkan membaca Sumber-sumber Data untuk Analisa Fundamental Saham

Kumpulan Analisa Fundamental Gajah Tunggal (GJTL)

Saya memegang saham GJTL sejak tahun 2017 kemarin. Dan sampai sekarang masih menjadi bagian portfolio Investor Sadar. Dan berikut ini adalah analisa saya sendiri sehingga memutuskan untuk mengoleksi saham ini: Valuasi Saham Gajah Tunggal (GJTL)- Fundamental Analysis

Selain melakukan analisa sendiri, saya juga suka membaca analisa pihak/orang lain. Ini untuk memperkaya pemahaman saya tentang bisnis ini. Do my own research, and enrich my research with other research. Tetap, keputusan ada di tangan saya sendiri. Lanjutkan membaca Kumpulan Analisa Fundamental Gajah Tunggal (GJTL)

Bahaya Inflasi bagi Investor

Dampak Inflasi sangat berhabaya bagi nilai aset kita. Ini menjadi resiko terbesar dalam menabung dan investasi. Oleh karena itu, hasil dari investasi harus lebih besar daripada nilai inflasi. Namun kalau menabung, hampir dipastikan bahwa besarnya bunga bank itu lebih kecil daripada angka inflasi. Investor harus sadar akan hal ini.

Berikut ini gambaran Dampak Inflasi terhadap penurunan nilai aset selama 50 tahun, untuk besaran inflasi 1%, 5%, 7%, 10%, dan 15%. Lanjutkan membaca Bahaya Inflasi bagi Investor

Macam-macam bentuk investasi dan keuntungannya

Investasi itu, mestinya menghasilkan return lebih besar dari inflasi, karena filosofi investasi adalah menghasilkan nilai tambah terhadap aset kita (asetnya bertumbuh). Inflasi itu sendiri adalah bentuk penurunan nilai aset. Kalau pertumbuhan aset di bawah inflasi, maka secara intrinsik aset tersebut tidak tumbuh, karena pengurangan nilai lebih besar daripada pertumbuhannya.

Berikut ini macam-macam bentuk investasi dan perbandingan rata-rata hasil per tahunnya: Lanjutkan membaca Macam-macam bentuk investasi dan keuntungannya

Valuasi Saham Gajah Tunggal (GJTL)- Fundamental Analysis

PT Gajah Tunggal tbk go public tahun 1990, dengan kode saham GJTL. Didirikan oleh Sjamsul Nursalim pada tahun 1951. Sjamsul Nursalim ini juga pemilik PT Mitra Adiperkasa tbk (MAPI). Bisnis utama Perusahaan adalah memproduksi, menjual, memperdagangkan dan mendistribusikan: Lanjutkan membaca Valuasi Saham Gajah Tunggal (GJTL)- Fundamental Analysis

Valuasi Saham EKAD – Fundamental Analysis

Salah satu portfolio 2017 andalan saya adalah EKAD (Ekadharma International). EKAD merupakan produsen pita perekat (lakban, solasi, tape, dan lain-lain) dengan  merk DAIMARU, Superfix dan Ekatape. Daftar lengkap produknya bisa dilihat di website EKAD. Lakban dengan merk Daimaru saat ini merajai pasar, bersaing ketat dengan merk Nachi selalu menjuarai Top Brand Award, di samping merk lainnya (Joyko dan Kenko). Lanjutkan membaca Valuasi Saham EKAD – Fundamental Analysis

Hasil Investasi – Deviden yang Nikmat

Per artikel ini ditulis, saya sudah mendapatkan dua pemberitahuan tentang pembagian dividen dari WSBP (Waskita Beton Precast) dan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) sebagai hasil dari kinerja kedua emiten di tahun 2016.

Itulah indahnya investasi. Selain hasil dari kenaikan harga saham, kita juga akan mendapatkan deviden (kalau manajemen perusahaan memutuskan untuk membagi deviden). Kalau toh manajemen tidak membagikan deviden, untung tersebut akan ditahan dan dipakai perusahaan untuk tambahan modal bisnis, jadi tetep keuntungan buat kita para pemegang saham. Lanjutkan membaca Hasil Investasi – Deviden yang Nikmat