Peluang Usaha – Kerja Bisnis Sampingan Melalui Saham

Peluang usaha - menanam uang

Mungkin kita sering berpikir, kapan ya saya akan punya bisnis sendiri. Apalagi kita-kita yang saat ini bekerja sebagai pegawai atau karyawan perusahaan. Dan lebih-lebih lagi yang bergaji pas-pasan.

Gaji tiap bulan selalu saja habis. Tidak tersisa buat menabung. Boro-boro menabung, buat kebutuhan sehari-hari saja terasa pas banget.
Kondisi seperti itu membuat kita selalu berpikir, “Ah seandainya saya punya modal yang besar, pasti saya akan kerja bisnis sendiri”. Tapi kapan saya punya modal yang besar? Berapa lama saya harus mengumpulkan uang buat modal? Ada gak ya, peluang usaha dengan modal kecil?

Nah, sekarang mari kita pikirkan peluang usaha dengan modal yang kecil. Karena modal yang kecil, tentunya ini belum bisa jadi usaha utama. OK, mungkin bisa kita pertimbangkan untuk menjadi usaha sampingan. Mari kita lihat, beberapa kemungkinan peluang usaha dengan melakukan bisnis sampingan berikut:

1. Jualan Pulsa handphone. Silahkan baca tulisan-tulisan di website Kudo seperti Modal untuk Usaha Konter Hp Bagi Pemula. Bisa dimulai dengan modal sekitar 500 ribu rupiah, tanpa perlu modal untuk menyediakan konter fisik. Bisnis pulsa ini hampir tanpa resiko, karena barangnya tidak bisa rusak seperti makanan. Bisa dilakukan sebagai kerja sampingan bagi karyawan perusahaan.

2. Bisnis Kuliner Musiman. Bisa mengikuti trend kuliner yang sedang naik daun, misalnya Es Kepal yang sekarang sedang viral. Cuma bisnis seperti ini musiman, tidak sustain, seperti es cappucino cincau yang pernah beken beberapa waktu lalu. Untuk mulai menghitung berapa modal bisnis jualan es kepal ini, silahkan browsing ke tokopedia yang menjual berbagai perlengkapan jualan es kepal. Resiko sangat besar, pesaing juga sangat banyak. Harus dihitung dengan cermat, dan sebisa mungkin balik modal dengan cepat sebelum bisnis menurun.

3. Bisnis Kuliner yang Sustain. Jualan kue dan gorengan adalan contohnya. Semua orang suka makanan jenis ini, dari jaman dahulu sampai sekarang. Silahkan cari di google tentang berapa modal untuk memulai bisnis jualan gorengan.

4. Investasi Saham. Bener, investasi saham. Resiko bisa dimanage. Bisnis lebih sustainable. Bisa dengan modal sedikit, di bawah 1 juta rupiah. Dan sangat cocok sebagai bisnis sampingan, karena bisa dilakukan dengan waktu yang lebih sedikit.  Silahkan baca daftar artikel di website ini, segala hal yang berkaitan dengan investasi saham yang pernah saya tulis.

Kerja Bisnis Sampingan Melalui Saham

Sebelumnya, kita harus pastikan tujuan kita. Apa yang kita harapkan? Apakah ingin menambah penghasilan rutin tiap bulan? Apakah untuk menambah jumlah tabungan atau investasi masa depan? Jika ingin menambah penghasilan bulanan, investasi saham tidak cocok. Investasi saham harus berjangka panjang, karena dalam jangka pendek harga saham akan naik dan turun tidak menentu, namun dalam jangka panjang harga saham akan naik mengikuti kinerja bisnis perusahaan yang bersangkutan. Jangka panjang itu, kalau saya paling tidak minimal 2 tahun.

Namun kita sering mendengar ada orang yang bisa sukses dengan trading (jual-beli) saham jangka pendek. Bahkan ada yang menjadikan trading saham jangka pendek ini sebagai mata pencaharian utama, yang sering disebut dengan trading for living. Namun ini tidak cocok untuk dijadikan usaha sampingan, karena butuh perhatian yang dan kerja yang sangat fokus setiap saat. Lagipula, secara prinsip ini banyak berbeda dengan prinsip investasi.

Jadi, sebaiknya ini kita mulai dengan tujuan untuk investasi jangka panjang dulu. Di bagian akhir tulisan ini nanti akan saya bahas, bagaimana investasi jangka panjang bisa kita harapkan untuk memberikan penghasilan jangka pendek.

Ingat, Memiliki Saham itu Berarti Memiliki Bisnis

Silahkan baca tulisan Konsep Investasi Saham: Menjadi Pemilik Bisnis. Jika kita membuka usaha baru seperti menjual gorengan, itu tetaplah usaha baru yang penuh dengan resiko. Resiko tidak laku, resiko ditinggalkan pelanggan, resiko kalah bersaing dengan penjual sebelah, dan banyak resiko yang lain lagi. Bandingkan, jika kita memiliki saham Ultrajaya (ULTJ), maka kita sama saja mempunyai bisnis yang sudah sangat established; punya banyak pelanggan, sudah sangat menguntungkan, dan sudah terbukti sustain bertahan lama.

Cukup dengan Modal Sedikit

Kita bisa mulai dengan modal yang sedikit, bahkan bisa degan modal awal 1 juta rupiah. Kita bisa menyusun portfolio yang terdiri atas saham-saham dari perusahaan bagus dengan nilai total pembelian saham di bawah 1 juta rupiah. Contoh portfilo dengan 8 saham pilihan tersebut:

  • Produsen Susu Ultrajaya (ULTJ)
  • Produsen lakban Daimaru (EKAD)
  • Pemilik Indomaret (DNET)
  • Produsen Jamu Sido Muncul (SIDO)
  • Produsen Kabel KM Wire (KBLI)
  • Perusahaan Jasa Pertambangan Batu Bara (MYOH)
  • Perusahaan Property (PWON)
  • Bank Jawa Timur (BJTM).

Lebih lanjut tentang panduan untuk memilih saham, silahkan baca Kriteria Memilih Saham. Dan baca juga Kapan Waktu yang Tepat Untuk Membeli Saham.

Alternatifnya, kita bisa investasi saham secara tidak langsung melalui reksadana.

Bisa dilakukan dengan Sedikit Waktu

Sebagai investor saham, apa saja yang dilakukan? Jika anda masih baru mengenal investasi saham, teruslah belajar. Semakin kenali perusahaan-perusahaan yang sahamnya anda beli. Lakukan itu di sela-sela waktu anda. Semakin banyak membaca, semakin banyak melakukan riset, maka kemampuan anda akan semakin meningkat.

Setelah anda pintar dan banyak pengetahuan pun, belajar itu tidak akan pernah berhenti. Anda bisa mengembangkan diri untuk memahami peta bisnis di Indonesia. Ada lebih dari 500 perusahaan yang listing di bursa saham Indonesia. Ada banyak peluang yang bisa anda dapatkan untuk memaksimalkan hasil investasi saham anda.

Bisnis Sustainable Jangka Panjang, dengan Resiko yang Kecil

Kita mungkin akan sering mendengar kalau bisnis saham itu beresiko besar. Ingat, yang beresiko itu adalah trading saham jangka pendek. Dalam jangka panjang, harga saham itu akan mengikuti kinerja bisnis perusahaannya. Jadi, resiko yang ada pada kita sebagai investor, itu adalah resiko kalau perusahaan tersebut rugi atau bangkrut. Dengan memilih perusahaan yang bagus, kita bisa memperkirakan kalau resikonya kecil, apalagi perusahaan tersebut sudah terbukti eksis bertahun-tahun.

Gambaran sederhananya, lebih beresiko mana, bisnis gorengan yang baru saja anda rintis atau bisnis susu Ultrajaya?

Hasil yang Lumayan

Berapakah hasil (return) dari investasi saham ini? Sebagai gambaran saja, selama sepanjang sejarah bursa saham Indonesia, rata-rata harga saham itu naik 16% per tahun. Ingat, selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham, investor juga mendapatkan keuntungan dari deviden (laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham). Dari keuntungan kenaikan harga saham ditambah deviden ini, rata-rata hasil investasi saham di bursa Indonesia adalah 18% per tahun. Sebuah hasil yang lumayan besar.

Dengan melakukan usaha yang lebih, dengan memilih perusahaan-perusahaan yang paling bagus dan opportunity pertumbuhan yang bagus, maka masuk akal kalau kita berharap untuk bisa mendapatkan return yang lebih besar dari rata-rata.

Kapan Bisa Menjadikan Bisnis Saham Sebagai Sumber Penghasilan yang Rutin?

Kalau kita berharap mendapatkan hasil rata-rata, yaitu kenaikan harga saham 16% per tahun dan dividen 2% per tahun, maka itu adalah hasil rata-rata di mana harga saham bisa naik dan turun tiap tahunnya namun dividen yield relatif lebih stabil. Kalau saya, biarlah kenaikan harga saham itu menjadi hasil investasi yang saya biarkan berkembang, artinya hasil investasi tahun lalu akan menjadi modal buat investasi tahun ini. Saya tidak akan mengambil hasil investasi ini kecuali dalam kondisi mendesak.

Nah, jika mengharapkan pendapatan rutin, itu bisa saya ambil dari dividen. Kenapa? sekali lagi, dividen itu relatif lebih stabil apalagi kalau portfolio kita berisi perusahaan yang kuat fundamentalnya dan rutin membagi dividen tiap tahunnya. Kalau saya mengharapkan pendapatan rutin dengan menjual saham yang saya harapkan naik, maka ketika tiba waktunya untuk mengambil pendapatan rutin ini (dengan menjual saham) maka ada kemungkinan saat itu harga-harga saham sedang jatuh. Ah, menjual saham ketika harganya jatuh itu adalah saat-saat yang sangat tidak saya sukai.

Jadi, dengan mengharapkan dividen 2% per tahun, kalau nilai investasi saya sekarang 10 juta rupiah, maka tahun depan saya berharap dapat dividen 200 ribu (2% x 10juta). Jika pengin dividen 1 juta per tahun, maka nilai investasi saya sekarang harus 50 juta. Seperti itu hitungannya.

Silahkan Baca: Daftar Tulisan Lengkap

Tinggalkan Balasan