Pertumbuhan Investasi bagai Tabungan dengan Bunga Berbunga

Nasib anda di masa depan, ditentukan oleh tindakan anda masa sekarang. Sebagaimana nasib anda sekarang yang ditentukan oleh tindakan anda di masa lalu. Jadi, andalah yang menentukan nasib masa depan anda sendiri. Be the master of your self! Sekarang, saya akan menggambarkan pada anda, bagaimana investasi yang sangat ringan sekarang, akan berdampak yang sangat besar di masa depan anda.

Misalkan sekarang anda punya uang 1 juta rupiah. Kemudian anda meng-invest-kan uang tersebut (dengan membeli saham) di bursa Indonesia. Seandainya kinerja investasi anda sama dengan kinerja index (IHSG), katakanlah rata-rata return per tahun (CAGR) 18%. Maka dalam 30 tahun saham anda diamkan saja, maka nilai investasi anda akan menjadi 143,4 juta.

Kalau anda mau berusaha lebih [dengan memilih saham yang bagus], yang kinerjanya melebihi index, katakanlah return per tahun  20%, maka nilai investasi anda dalam 30 tahun akan menjadi 237,4 juta. Wow, 237 kali! Angka yang fantastis, bukan? Menurut saya, investasi saham di bursa Indonesia dengan return CAGR 20%, itu tidak sulit.

Konsep Bunga Majemuk

Mari kita bahas apa itu Bunga Majemuk, bunga berbunga, atau laju pertumbuhan majemuk tahunan yang dalam bahasa Inggris disebut Compound Annual Growth Rate (CAGR).

Jika kita menabung 1 juta dengan bunga 5% per tahun, maka di akhir tahun total uang menjadi 1 juta + (5% x 1 juta) sama dengan 1.050.000. Jika uang 50 ribu sebagai hasil bunga itu tidak diambil, maka di akhir tahun kedua total uang menjadi 1.050.000 + (5% x 1.050.000) sama dengan 1.102.500. Jadi, hasil bunga tahun ini tidak diambil sehingga menjadi tambahan modal buat tahun depan, itulah yang disebut dengan bunga berbunga (atau bunga majemuk).

Kalau istilah bunga dipakai dalam menabung, maka dalam investasi dipakai istilah pertumbuhan, atau growth, atau hasil, atau return. Sementara itu, bunga berbunga itu kalau dalam investasi sering disebut sebagai CAGR.

Rumus Bunga Majemuk

N0 = N0 + (1+CAGR)^0
N1 = N0 + (1+CAGR)^1
N2 = N0 + (1+CAGR)^2
Nn = N0 + (1+CAGR)^n
CAGR = ((Nn/N0)^(1/n)) - 1

Di mana N0 adalah Modal awal. N1 adalah total nilai di akhir tahun ke 1. N2 adalah total nila di akhir tahun ke 2. Dan Nn adalah total nilai di akhir tahun ke n. Dari persamaan di atas kita bisa menyelesaikan berbagai perhitungan:

  • Menghitung Nn ==> berapa nilai total akhir dari investasi dengan modal sekian rupiah, CAGR sekian persen, dan jangka waktu sekian tahun.
  • Menghitung n ==> berapa tahun investasi harus dilakukan agar dengan CAGR sekian persen menjadikan nilai akhir berlipat sekian kali dari modal awal.
  • Menghitung N0 ==> berapakah modal awal yang diperlukan jika ingin memiliki nilai investasi sekian rupiah di akhir periode investasi sekian tahun dengan CAGR sekian persen
  • CAGR ==> berapa CAGR yang diharapkan jika ingin nilai akhir berlipat sekian kali dari modal awal.

Untuk gambaran yang lebih mudah dan lebih jelas, silahkan lihat tabel bunga majemuk.

Tabel Bunga Majemuk

Silahkan lihat tabel berikut ini, nilai investasi masa depan dengan berbagai tingkat pertumbuhan (growth).

Tabel di atas sering juga disebut sebagai future value of present investment. Di mana investasi hanya dilakukan sekali saja di awal tahun, dan selanjutnya hanya diam menunggu hasil yang tumbuh seperti tabungan yang bunga berbunga (tentu saja dengan bunga yang lebih besar daripada bunga tabungan di bank).

Lebih detail tentang tabel ini, silahkan download file Tabel CAGR.xlsx

Silahkan Baca: Daftar Tulisan Lengkap

11 tanggapan pada “Pertumbuhan Investasi bagai Tabungan dengan Bunga Berbunga”

    1. Sabar aja, pak. Anggap itu duit yang sekarang hilang. Tigapuluh tahun lagi anda akan merasa nemu uang yang sangat banyak 🙂

    1. Wah, pertanyaan yang sangat menarik. Itu semua tergantung keyakinan masing-masing, ya. Yang jelas, di bursa saham Indonesia, sudah ada pihak yang membuat kategori mana-mana saham yang dikelompokkan syariah. Nanti kapan-kapan akan saya bahas, ya.

  1. Mas ngADiMIN, super sekali. Saya bisa lihat semangat membara di setiap tulisannya!
    Thanks for sharing!
    Sampeyan ngeten tenan Mas…
    #untukkelasmenengahyangkuat

    1. Kalau meninggal, itu jadi haknya ahli waris. Maka sebaiknya kita informasikan kepada ahli waris kita kalau kita punya investasi jangka panjang. Kalau tidak ingin menginformasikan sekarang, bisa di-include ke dalam surat wasiat; nanti malah bikin surprise happy ahli waris kita 🙂

Tinggalkan Balasan