Portofolio

Pemilihan portfolio investor sadar didasarkan:

Value Investing. Saham yang harganya lebih murah daripada harga wajarnya sehingga memberikan margin of safety (MOS) yang cukup besar. Dengan ditopang oleh fundamental perusahaan yang kokoh. Fundamental yang kokoh bukan berarti sedang dalam kondisi terbaiknya, mungkin sedang dalam kondisi terburuknya namun berdasarkan perhitungan akan tetap mampu bertahan dan akan turn over.

Growth Investing. Berpotensi tumbuh di masa depannya. Untuk jenis saham yang tumbuh, tidak harus membeli dengan harga yang sangat murah, cukup dengan harga yang masuk akal (yang penting tidak terlalu tinggi). Pertumbuhan harga saham bisa didapat dari dua hal, pertama dari bisnis yang tumbuh, kedua dari bisnis yang menguntungkan walaupun pertumbuhannya biasa saja.

Focus Investing. Sebagian besar dana terkonsentrasi di beberapa saham tertentu. Selama tahu bisnisnya, tidak perlu melakukan diversifikasi ke banyak saham. Oleh karena itu semakin tahu bisnisnya, maka semakin kecil resikonya, dan akan semakin maksimal hasilnya.

Daftar Saham Portfolio Investor Sadar

Sebaran saham meliputi berbagai industri di antaranya property, real estate, industrial estate, perdagangan, bank, energi, industri dasar kimia, industri dasar olahan logam, industri dasar beton, industri dasar plastik dan kemasan, industri barang konsumsi makanan dan minuman, aneka industri otomotif dan komponennya, aneka industri tekstil dan garmen.

Berikut ini daftar saham yang menjadi portofolio. Diurutkan berdasarnya bobot (nilai) investasi, dimulai dari yang paling besar:

1 . EKAD - Ekadharma International
2 . ULTJ - Ultra Jaya Milk Industry & Trading
3 . BNLI - Bank Permata
4 . GJTL - Gajah Tunggal
5 . RDTX - Roda Vivatex
6 . AISA - Tiga Pilar Sejahtera Food
7 . LPCK - Lippo Cikarang
8 . PGAS - Perusahaan Gas Negara
9 . WSBP - Waskita Beton Precast
10. ADMG - Polychem Indonesia
11. BTON - Betonjaya Manunggal
12. AKRA - AKR Corporindo
13. MICE - Multi Indocitra
14. PBID - Panca Budi Idaman