Tujuan Investasi: Keamanan dan Pertumbuhan

Mengamankan Masa Depan

Buat saya, tujuan pertama investasi adalah untuk mengamankan masa depan saya. Keamanan masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan finansial di masa depan. Dengan menabung, menyisihkan sedikit demi sedikit, maka lama-lama juga akan terkumpul banyak. Namun, menabung di bank, besarnya bunga yang didapatkan lebih kecil dari inflasi; jadi secara nilai, akumulasi tabungan kita itu akan berkurang nilainya karena tergerus oleh inflasi. Tentang inflasi ini telah dibahas di tulisan Bahaya Inflasi.

Mengapa investasi lebih baik daripada menabung di bank? Tentu saja, yang lebih baik adalah investasi yang hasilnya melebihi bunga bank. Kalau hasil investasi lebih kecil daripada bunga bank, ya lebih baik taruh saja uang di bank (deposito) tanpa berbuat apa-apa hanya menunggu saja. Berbagai macam investasi memberikan resiko dan return yang berbeda. Tentu saja kita berharap bahwa investasi kita memberikan hasil setinggi mungkin. Di antara pilihan yang ada, buat saya investasi saham adalah yang paling kecil resikonya dan paling tinggi hasilnya.

Aktualisasi Diri

Jika kebutuhan akan keamanan masa depan sudah terpenuhi, lantas selanjutnya apa? Kalau bisa memberikan manfaat kepada orang lain, kenapa tidak? Inilah yang saya sebut dengan aktualisasi diri, sebagai tujuan kedua dari investasi.

Investasi pilihan saya adalah investasi di bursa saham Indonesia. Saya memilih ini setelah melakukan perbandingan di antara peluang-peluang investasi yang ada. Selama proses investasi, saya selalu merasa senang. Ini adalah passion saya. Saya sangat menikmati prosesnya:

  • Ketika menganalisa perusahaan-perusahaan yang ada di bursa
  • Melakukan filtering untuk mengambil beberapa perusahaan pilihan dan memasukkannya ke dalam watchlist (daftar pantau)
  • Menunggu sampai mendapatkan kesempatan yang bagus untuk mulai membeli saham yang ada di watchlist, ataupun menambah jumlah saham yang sudah dibeli.
  • Diam dan menunggu market meningkatkan nilai saham-saham yang sudah dipegang.
  • Menjual saham kalau sudah waktunya. Waktu menjual saham adalah ketika rencana (ekspektasi) sudah tidak sesuai lagi dengan planning (misalnya mencapai target, atau ketika harga saham sudah kemahalan, ataupun ketika harga saham jatuh karena fundamental perusahaan yang semakin rusak parah).

Hobby dan Passion

Selalu senang. Senang ketika harga saham-saham sedang naik (market bullish) karena aset investasi juga naik. Dan juga senang ketika harga saham-saham sedang turun (market bearish) karena itu berarti saya bisa menambah jumlah saham investasi dengan harga yang murah. Inilah yang saya sebut sebagai tujuan ketiga investasi, bersenang-senang melakukan hobby dan passion.

Silahkan Baca: Daftar Tulisan Lengkap

Tinggalkan Balasan