Valuasi Saham EKAD – Fundamental Analysis

Salah satu portfolio 2017 andalan saya adalah EKAD (Ekadharma International). EKAD merupakan produsen pita perekat (lakban, solasi, tape, dan lain-lain) dengan  merk DAIMARU, Superfix dan Ekatape. Daftar lengkap produknya bisa dilihat di website EKAD. Lakban dengan merk Daimaru saat ini merajai pasar, bersaing ketat dengan merk Nachi selalu menjuarai Top Brand Award, di samping merk lainnya (Joyko dan Kenko).

Di Bursa Indonesia (BEI), EKAD dimasukkan dalam sektor: Industri Dasar dan Kimia, dan industri: Kimia. Di antara perusahaan terbuka (public), EKAD bisa dibilang tidak punya pesaing karena masing-masing perusaahan terbuka di industri kimia mempunyai produk yang berbeda-beda. Di pasar pita perekat, pesaing terberatnya adalah PT Nachindo Tape Industry yang memproduksi pita perekat dengan merk Nachi. Sayang, PT Nachindo ini bukan perusahaan terbuka yang listing di BEI sehingga kita tidak bisa melihat kinerja keuangannya dengan detail untuk membuat perbandingan. Joyko dan Kenko sendiri lebih sebagai produsen alat tulis & kantor (ATK), persaingan dengan EKAD hanya di produk solasi dan lakban, jadi tidak mudah untuk diperbandingkan dengan EKAD secara perusahaan.

Produsen lakban ini punya masa depan cerah, seiring dengan pertumbuhan e-Commerce di Indonesia. Menurut SWA, pertumbuhan eCommerce di Indonesia tahun 2013-2015 adalah 33%, dan diperkirakan akan meningkat lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang. Kita tahu bahwa pertumbuhan eCommerce secara langsung meningkatkan bisnis logistik-delivery, dan secara tidak langsung meningkatkan kebutuhan akan lakban, karena hampir setiap barang yang dikirim selalu dibungkus dengan lakban. Jadi, tren pertumbuhan bisnis eCommerce yang pesat ini memberi dampak positif bagi perusahaan produsen lakban.

Bagi Investor yang mendapatkan saham EKAD melalui pasar modal, selama ini EKAD sudah memberikan hasil yang sangat memuaskan. Sejak tahun 2008 sampai 2016, harga saham EKAD naik dengan rata-rata per tahun (CAGR) sebesar 23%. Hasil yang sangat memuaskan. Coba bandingkan, bisnis mana yang bisa memberikan hasil sebesar itu?

Historical Harga Saham EKAD

 

Analisa Fundamental

Di balik kinerja saham yang bagus ini, mari kita lihat landasan fundamentalnya. Dari tahun ke tahun (2008-2016, data saya olah dari stockbit.com), revenue tumbuh dengan CAGR 15%, dari 183 milyar di tahun 2008 menjadi 569 milyar di tahun 2016. Pendapatan (laba bersih tahun berjalan) juga tumbuh dengan CAGR 44%,  dari 5 milyar di tahun 2008 menjadi 91 milyar di tahun 2016.

Pendapatan EKAD: Revenue pengeluaran beban usaha rugi laba komprehensif

Laba yang diinvestasikan kembali menjadikan bisnis semakin besar (deviden payout ratio rata-rata 15%). Tampak dari ekuitas (modal) yang bertumbuh dengan CAGR 28%, dari 80 milyar di tahun 2008 menjadi 592 milyar di tahun 2016. [catatan, pertumbuhan ekuitas juga dipengaruhi oleh pengeluaran saham baru (corporate action) di tahun 2011].

Aset EKAD: Aset Lancar Utang jangka panjang pendek Modal ekuitas

Dari sisi cash flow (arus kas), keuangan perusahaan sangat sehat. Pertumbuhan cash flow seiring sejalan dengan pertumbuhan pendapatan (laba), di mana CAGR laba adalah 44% dan CAGR cash flow akhir periode adalah 49%. Hanya bisnis yang sehat yang bisa memberikan kesejajaran antara pertumbuhan cash flow dan pertumbuhan laba.

Cash flow EKAD: arus kas operasi investasi operasi

In summary, kinerja financial perusahaan diukur dari rasio-rasio bisnis. Rasio yang paling penting adalah ROE (Return on Equity). Kinerja perusahaan stabil dengan rata-rata ROE 16%. Bisnis dengan ROE 16% adalah bisnis yang menguntungkan, layak untuk kita pegang. Dari rasio utang, DER (Debt to Equity Ratio) jauh di bawah 1, menunjukkan perusahaan yang kuat di mana utangnya sangat kecil dibandingkan ekuitasnya. Current ratio (aset lancar dibandingkan dengan utang lancar) lebih besar dari 2, menunjukkan perusahaan yang liquid, dalam arti tidak akan terganggu operasionalnya karena kewajiban hutang jangka pendek.

Rasio saham EKAD: ROCE ROA ROE Net Margin Aset turnover Financial Leverage Multiplier DER Current Ratio

Ada yang menarik dari kinerja tahun 2016 ini. Laba tahun berjalan (laba yang diperhitungkan dalam ROE maupun EPS) naik 94%, dari 47 milyar di tahun 2015 menjadi 91 milyar di tahun 2016. Dalam laporan keuangan terdapat akun pendapatan komprehensif sebesar 216 milyar. Ini adalah pendapatan komprehensif dari revaluasi aset, tidak ada uang secara nyata, hanya perubahan angka dalam akuntansi. Pendapatan komprehensif ini tidak masuk ke dalam akun laba, tapi masuk ke dalam akun ekuitas (modal).  Dampak dari dimasukkannya pendapatan komprehensif ke dalam equity menjadikan ROE(2016)=Laba(2016)/equity(2016)=91/592=15%. Bandingkan seandainya laba komprehensif tidak dimasukkan ke dalam equity, maka ROE(2016)=Laba(2016)/equity(2016)=91/(592-216)=24%.

Tampaknya memang ada kebijakan perusahaan untuk menjaga ROE di sekitaran angka belasan %.

Kesimpulannya, fundamental perusahaan EKAD sangat kuat!

 VALUASI

Sekarang, mari kita hitung valuasi (harga wajar) saham EKAD ini. Saya lebih senang menggunakan metode yang sederhana, yaitu pendekatan PER dan PBV. Saya tidak menggunakan metode yang rumit semacam Discounted Cashflow (DCF). Namun kadang-kadang saya hitung juga cara DCF ini untuk sekedar menambah perbandingan. Namun dalam pengalaman saya, metode yang sederhana dan mudah ini sudah lebih dari cukup.

Kinerja Saham EKAD: EPS Deviden PER PBV

Dari tabel di atas (history nilai PER dan PBV dari tahun 2008 sampai 2016), rata-rata PER adalah 7,24 dan rata-rata PBV adalah 1,53. Kita akan menggunakan nilai rata-rata ini untuk menghitung harga wajar saham.

PER=Price Earning Ratio = Harga Saham/Pendapatan (Laba) per saham
PBV=Prive to Book Value=Harga Saham/Ekuitas per saham

Harga wajar saham=Rata-rata PER x Pendapatan  per saham (EPS) =7,24 x 126 = 909.
Harga wajar saham=Rata-rata PBV x Equitas per saham =1,53 x (592/0,699) = 1296.

Kedua metode rata-rata PER dan PBV di atas, kalau kita rata-ratakan menjadi Harga Wajar Saham = (909+1296)/2 = 1103.

Dengan harga saham per hari ini sebesar 700, maka harga saham EKAD di bawah harga wajarnya dengan margin of safety (MOS) = (1103-700)/700 = 58%. Jadi, dengan harga saat ini, EKAD memberikan margin yang sangat besar, 58%.

Kesimpulannya, beli!

Silahkan share artikel ini

One thought on “Valuasi Saham EKAD – Fundamental Analysis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *