Waktu yang Tepat untuk Menjual Saham

Stock ChartMenentukan waktu yang tepat untuk menjual saham itu sangat penting, tidak kalah pentingnya dengan memilih dan membeli saham. Dari sisi analisa mungkin tidak telalu sulit, namun dari sisi emosi investor bisa jadi akan sulit untuk mengambil keputusan. Apalagi ketika market pada situasi yang tidak menyenangkan, emosi investor sering akan membuat bias-bias keputusan investasi. Itulah pentingnya membuat perencanaan.

Sesuai dengan kriteria waktu membeli, investor membeli saham ketika margin of Safety (MOS) memberikan tingkat keamanan yang tinggi (angka MOS tinggi, saya mengambil threshold lebih besar dari 40%. Dan dalam rencana investasi, saya akan menjual saham ketika MOS sama dengan nol, oleh karena itu saya akan memastikan bahwa di portfolio saya tidak ada saham yang MOS-nya lebih besar dari pada nol. Karena ketika MOS lebih besar dari nol, maka itu artinya investasi sudah tidak memberikan lagi keamanan.

Ingat:

MOS = (Intrinsic Value – Harga Saham) / Harga Saham

Selama memegang saham, kinerja MOS inilah yang dimonitor oleh investor. Dari persamaan MOS di atas, ada dua perspektif kinerja yang harus dimonitor yaitu (1) Kinerja fundamental perusahaan yang ditunjukkan oleh Intrinsic Value dan (2) Kinerja market yang ditunjukkan oleh harga saham.

Memonitor Kinerja Fundamental Perusahaan

Kinerja fundamental diketahui dari laporan KEUANGAN perusahaan yang diterbitkan tiap quarter, dan laporan TAHUNAN yang dikeluarkan tiap tahun. Laporan keuangan per kuarter biasanya tidak terlalu mempengaruhi keputusan investasi saya karena waktunya terlalu pendek untuk mengukur kinerja sebuah perusahaan, namun saya akan memberikan perhatian yang lebih jika terdapat kenaikan atau penurusan yang SANGAT DRASTIS dibandingkan kuarter periode sebelumnya. Laporan tahunan lah yang sangat saya perhatikan, karena berisi kinerja keuangan selama setahun penuh, juga berisi analisa manajemen terhadap kinerja setahun terakhir, dan juga prediksi dan rencana kerja selama setahun ke depan.

Setiap menganisa laporan tahunan, saya akan menghitung kembali nilai MOS dari saham-saham portfolio saya.

Memonitor Kinerja Pasar

Investor tidak perlu memonitor harga saham setiap hari. Karena fluktuasi harga saham jangka pendek ditentukan oleh emosi market. Namun dengan fluktuasi market yang kadang tidak masuk akal, naik terlalu tinggi atau turun terlalu rendah, ini akan memberikan kesempatan bagi investor untuk mengambil keuntungan lebih.

Jika kita punya waktu, tidak apa-apa memonitor market seminggu sekali, yang penting itu bukan suatu keharusan yang memaksa kita. Dan jika memonitor harga saham sebulan sekali ataupun setahun sekali, itu juga tidak mengapa, karena toh tujuan investasi adalah kinerja fundamental perusahaan yang bagus.

Kalau saya sendiri, memonitor market seminggu sekali. Ini saya lakukan karena saya punya waktu, dan kebetulan saya hobi membaca. Dari pada membaca berita-berita gosip, khan lebih baik membaca yang bermanfaat buat investasi kita. Hanya sekedar browsing internet beberapa saat saja. Sambil melihat isu-isu di market, apakah ada saham-saham yang dalam watch list mendapatkan moment yang tepat.
Kalau ada perubahan harga saham yang sangat drastis, saya akan melakukan valuasi dan menghitung lagi MOS-nya.

Jual Ketika Margin of Safety Kecil

Ketika harga saham naik, bukan berarti serta merta MOS akan turun, karena bisa jadi kenaikan itu sebanding dengan kenaikan fundamental perusahaan. Namun ketika harga saham naik tinggi, jauh melampai kinerja fundamental perusahaan, maka akibatnya MOS akan semakin turun. Di sini saya akan menjual saham (take profit), walau sebagus apapun perusahaan itu. Kejadian begini biasanya karena bubble economy, di mana ekspektasi market terlalu berlebihan dan masuk akal. Selanjutnya, saya akan tetap memasukkan ke dalam wath list, dan akan membeli lagi jika ada kesempatan harga jatuh di kemudian hari.

Sebaliknya, ketika harga saham jatuh, bukan berarti serta-merta MOS akan naik, karena bisa jadi itu karena fundamental perusahaan sedang jatuh. Kalau harga jatuh, dan MOS masih besar atau bahkan semakin besar, maka saya justru akan menambah lagi jumlah kepemilikan saham. Dan jika kejatuhan harga saham itu karena fundamental yang sangat parah, saya tidak akan segan-segan untuk menjual rugi (cut loss).

Jadi sekali lagi, Margin of Safety adalah ukuran yang akan menentukan keputusan saya untuk menjual saham. Saham akan saya jual ketika MOS sama dengan nol atau lebih.

Jalan Sukses Investasi Saham
Jalan Sukses Investasi Saham

Silahkan Baca: Daftar Tulisan Lengkap

Tinggalkan Balasan