5 Cara Waspada Tawaran Investasi

Kita perlu waspada dengan maraknya tawaran investasi dewasa ini. Banyak berita tentang penipuan investasi bodong. Dan sudah banyak yang menjadi korban, namun tetap saja hal ini terus terjadi. Oleh karena itu, bekali diri kita dengan pengetahuan tentang segala seluk beluk investasi. Berikut ini 5 cara Waspada Tawaran Investasi.

1. Kenali diri sendiri

Segala hal dimulai dari diri sendiri. Bagaimana mungkin bisa mewaspadai hal lain di luar kita, jika ke diri sendiri saja tidak waspada? Yang pertama, selalu kembali ke tujuan kita berinvestasi. Kita berinvestasi untuk menumbuhkan aset kita menjadi lebih besar, demi terjaminnya masa depan kita. Maka harus dilakukan dengan hati-hati dan sangat teliti, bukan serampangan seperti judi.

Yang kedua, pahami profil psikologi diri kita sendiri. Apakah mental kita kuat ketika investasi kita rugi? Jika cukup kuat, sampai sejauh manakah kita mampu menanggung kerugiannya? Jika ketahanan kita hanya rata-rata, maka taruh saja investasi di instrumen yang sangat aman seperti obligasi (baik membelinya secara langsung maupun melalui reksadana). Jika merasa mental kita cukup kuat, silahkan untuk menerima tawaran investasi yang lebih beresiko daripada obligasi karena menawarkan hasil yang lebih besar. Namun ingat, selalu waspada dan hati-hati.

2. Kenali pihak yang mengelola investasi

Jika yang menawari adalah orang yang kita kenal, yakinkah kita dengan integritas dan kompetensi orang tersebut? Jika yang menawari adalah sebuah lembaga atau perusahaan, pahami perusaan tersebut dengan sedetail-detailnya. Jika perlu, minta dan baca AD/ART perusahaan tersebut. Telusuri siapa saja manajemennya, bagaimana track record orang-orang di belakangnya.

Buka mata dan telinga kita. Lakukan riset, paling tidak browsing internet. Lihat website waspadainvestasi.ojk.go.id. Pastikan tidak termasuk perusahaan yang di-black list oleh pihak yang berwenang. Jangan enggan untuk bertanya kepada orang lain, khususnya investor yang sudah lebih dalu daripada kita. Dengarkan dan baca testimoni mereka.

3. Kenali cara kerjanya

Kita harus tahu persis bagaimana dana investasi itu dikelola. Apakah untuk usaha produksi, usaha jual-beli (trading), atau di-reinvestasikan ke pihak lain? Dari mana sumber pendapatannya (sumber uang masuk)? Bagaimana sustainability-nya, apakah bisnisnya akan mampu bertahan dalam jangka panjang, atau sangat dipengaruhi oleh sentimen musiman saja?

Tanyakan sedetail-detailnya, dan pastikan kita mendapatkan jawabannya dengan sangat jelas. Jika pengelola investasi tidak transparan, pertimbangkan untuk tidak melanjutkan rencana menerima tawarannya.

4. Hitung potensi profitnya

Hati-hati dengan tawaran yang menjanjikan untung (profit) besar. Profit yang besar berbanding lurus dengan resiko yang besar pula. Berapakah normalnya hasil investasi? Untuk perbandingan, silahkan baca artikel Macam-macam bentuk investasi dan potensi keuntungannya.┬áDan perlu dijadikan renungan kita, Warren Buffet yang salah satu orang terkaya sedunia saja, kinerja investasinya “hanya” sebesar 20% sampai 30% per tahun. Silahkan baca artikel Menghitung kekayaan dan hasil investasi Warren Buffet.

Selanjutnya, waspadai juga tawaran investasi yang tidak menyebutkan potensi profit per tahunnya. Misalnya kita mendapatkan tawaran dari sales sebuah perusahaan pengelola dana pensiun. Begini kira-kira contoh narasinya:

  • Anda cukup menyisihkan tabungan pensiun sebesar 1 juta perbulan, atau 12 juta per tahun.
  • Misalkan umur anda sekarang 25 tahun, dan anda ingin pensiun di umur 55 tahun, maka jangka waktu tabungan pensiun anda adalah 30 tahun.
  • Di akhir periode (30 tahun) tersebut dana pensiun anda akan menjadi setengah milyar rupiah. Besar sekali, bukan?
  • Bandingkan jika anda mengumpulkan sendiri tabungan anda. Dengan 1 juta per bulan, selama 30 tahun, maka hanya terkumpul 360 juta saja. Bandingkan dengan kami yang memberikan setengah milyar, anda akan untung sangat besar. Untungnya adalah setengah milyar dikurangi 360 juta sama dengan 140 juta.

Wow, sepertinya besar sekali untungnya. Eits, nanti dulu. Kita harus jeli, lakukan penghitungan sendiri untuk memvalidasinya. Gunakan Kalkulator Investasi sederhana ini.

Di kalkulator ini, masukkan investasi rutin (cicilan) per tahun 12 juta. Masukkan Jumlah tahun 30. Masukkan profit % per tahun, mulai dari angka 1 dan naikkan terus sampai ketemu hasil Modal akhir (hasil investasi) sekitar 500 juta.

Kalkulator Investasi rutin berkala
Gambar 1. Kalkulator Investasi rutin berkala

Dari penghitungan dengan kalkulator gambar 1 di atas, kita dapatkan profit per tahun yang ditawarkan hanya 2.18 %. Ternyata kecil sekali ya, jauh di bawah bunga deposito.

Bandingan jika kita taruh di investasi obligasi melalui reksadana yang profit pertahunnya kira-kira 8.4 %, dengan kalkulator ini diperoleh hasil akhir hampir 1,5 milyar. Lihat gambar 2 di bawah ini.

Kalkulator Investasi rutin berkala reksadana obligasi
Gambar 2. Kalkulator Investasi rutin berkala reksadana obligasi

Jika kita bisa mendapatkan hasil yang lebih besar, sementara profil resiko hampir sama, kenapa tidak memilih yang lebih besar? Itulah pentingnya melakukan penghitungan sendiri.

5. Sadari potensi resikonya

Perhatikan kontrak kerjasama investasinya. Apakah resiko ditanggung semuanya oleh pengelola, apakah ditanggung kita semua, atau dibagi secara proporsional? Jika pengelola menjanjikan profit yang besar dan pasti (resiko dia tanggung sepenuhnya), maka hati-hatilah. Jika misalnya terjadi hal sangat buruk yang tidak kita inginkan, bagaimana caranya kita memastikan bahwa investasi kita tidak hilang?

Di dunia ini, investasi yang hampir bebas resiko adalah deposito dan obligasi dari negara yang kuat. Deposito sendiri hampir dipastikan hasilnya (bunga per tahun) di bawah inflasi, jadi deposito bukan investasi yang menguntungkan. Obligasi pemerintah Indonesia menjanjikan return rata-rata kurang dari 10% per tahun, namun tetap lebih bagus daripada inflasi, sehingga layak untuk investasi.

Jadi, pedoman investasi bebas resiko sebaiknya mengacu kepada hasil dari obligasi pemerintah. Waspadai tawaran investasi bebas resiko yang menjanjikan hasil di atas itu.

1 tanggapan pada “5 Cara Waspada Tawaran Investasi”

  1. Perkenaljan nama saya arga dr surabaya, sy termaauk dkm dunia investasi, pertama yg ingin saya tanyakan gimana cara mengecek investasi yg bodong/ ilegal ? Kedua..saya dpt tawaran investasi dr pt. Insta Forex dg nilai invest minimal 500rb dg provit 20% pengembalian dlm waktu 7 hari. apakah
    Investasi itu termasuk aman ? Mohon penjelasannya gan

Tinggalkan Balasan