Analisa Industri dan Saham Batubara

Saham batubara sangat digandrungi para pemain pasar modal Indonesia, baik institusional maupun retail (individu). Sehingga perdagangan sahamnya sangat liquid dan diskusi seputar pergerakan harga saham harian sering menjadi trending. Itu karena batubara adalah komoditas energi yang sangat strategis baik di Indonesia maupun dunia pada umumnya. Artikel ini akan membahas sangat detail tentang industri batubara di Indonesia, juga akan membandingkan kinerja emiten/saham batubara untuk memberikan tambahan perspektif bagi investor dalam membuat analisa dan kesimpulan.

Secara garis besar, berikut ini materi yang akan dibahas. Silahkan klik untuk skip dan langsung menuju bagian yang dikehendaki.

Tentang Batubara
Macam-macam batubara dan kegunaannya
Kategori ketersediaan batubara
Analisa market Batubara Dunia dan Indonesia
Cadangan Batubara Dunia
Produksi Batabara Dunia
Cadangan Batubara Indonesia
Produksi Batubara Indonesia
Prospek Masa Depan Batubara di Indonesia
Kebutuhan Energi yang Tumbuh 5% per Tahun
Dampak Kebijakan DMO
Berapa tahun batubara Indonesia akan habis?
Prospek Saham Batubara Indonesia
Daftar Perusahaan/Saham Batubara
Perbandingan Kinerja Fundamental dan Market
Pergerakan harga batubara dan index mining
Kesimpulan
Referensi

Tentang Batubara

Batu bara merupakan bahan bakar fosil. Berbentuk lapisan batuan organik yang terutama terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang telah mati, kemudian membentuk endapan (gambut), dan kemudian terkonsolidasi antara strata batuan lainnya, dan kemudian diubah oleh pengaruh tekanan dan panas selama jutaan tahun sehingga membentuk lapisan batu bara.

Macam-macam batubara dan kegunaannya

Batubara dibedakan berdasarkan kandungan karbon (energi) dan kelembabannya. Kualitas semakin bagus jika kandungan karbon semakin tinggi dan kelembaban (kandungan air) semakin rendah.

Gambar 1. Macam-macam batubara berdasarkan kandungan kalori dan kelembaban air, persentase cadangan dan penggunaannya. Sumber informasi: wordcoal.org
  • Batubara muda (lignite/brown coal), kalori rendah (< 5100 kal/gr)
  • Sub-bitumen, kalori sedang (5100-6100 kal/gr).
  • Bitumen, kalori tinggi (6100-7100 kal/gr)
  • Antrasit, kalori sangat tinggi (> 7100 kal/gr)

Sebagian besar penggunaan batubara adalah untuk pembangkit listrik. Produk batubara yang dipakai untuk pembangkit listrik disebut steam coal atau termal coal. Adapun kegunaan lainnya adalah untuk proses peleburan pembuatan besi baja, dan batubara yang dipakai untuk ini disebut coking coal.

Kategori ketersediaan batubara

Terdapat dua macam kategori yaitu sumberdaya (resources) dan cadangan (reserve).

Sumber daya adalah jumlah batubara yang dapat ditemukan di suatu endapan atau tambang batubara. Ini tidak termasuk kelayakan penambangan batubara secara ekonomis. Tidak semua sumber daya batubara dapat ditambang dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini. Sumberdaya batubara dikelompokkan sebagai berikut

  • hipotetik (hypothetical resources), kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan perkiraan pada tahap survei tinjau.
  • tereka (inferred resources), kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap prospeksi.
  • tertunjuk (indicated resources), kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap eksplorasi umum.
  • terukur (measured resources), kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap eksplorasi rinci.

Cadangan adalah sumber daya yang dapat ditambang dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini dan secara ekonomi menguntungkan. Cadangan batubara dikelompokkan sebagai berikut:

  • terkira (probable reserves) adalah sumber daya tertunjuk dan sebagian sumber daya mineral terukur yang tingkat keyakinan geologinya masih lebih rendah, yang berdasarkan studi kelayakan tambang semua faktor yang terkait telah terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomis.
  • terbukti (proved reserves) adalah sumber daya terukur yang berdasarkan studi kelayakan tambang semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomis.
Gambar 2. Hubungan antara sumberdaya dan cadangan batubara

Analisa Market Batubara Dunia dan Indonesia

Cadangan batubara dunia

Urutan negara dengan cadangan batubara terbesar adalah Amerika Serikat, Rusia, Australia, China, India, dan Indonesia nomer 6. Diperkirakan, cadangan batubara dunia akan habis dalam 132 tahun (ditunjukkan oleh kolom R/P ratio di tabel 1 di bawah ini).

Tabel 1. Cadangan batubara dunia (reserves, bukan resources) tahun 2018 menurut BP Statistical Review of World Energy. Satuan dalam milyar ton.

Produksi batubara dunia

Tabel 2. Top 10 podusen batubara dunia tahun 2013 (estimasi) menurut wordcoal.org. Berdasarkan jumlah total, kategori steam coal, dan coking coal. Satuan dalam juta ton.
Tabel 3. Top 7 ekportir/importir batubara dunia tahun 2013 (estimasi) menurut wordcoal.org. Berdasarkan jumlah total, kategori steam coal, dan coking coal. Satuan dalam juta ton.

Yang menarik dari Indonesia adalah, walaupun jumlah cadangan batubara bukan yang terbesar, tapi Indonesia adalah eksportir batubara terbesar dunia. Memberikan tantangan bagi pemerintah untuk lebih mengontrol produksi batubara demi kelangsungan/ketahanan energi di masa depan.

Cadangan Batubara Indonesia

Tabel 4. Sumberdaya dan cadangan Batubara Indonesia per tahun 2018. Berdasarkan kandungan kalori dan wilayah. Satuan dalam juta ton. Sumber: Kementerian ESDM (2018)

Sumber batubara Indonesia terkonsentrasi di Kalimantan dan Sumatera Selatan. Update terakhir per 2019, cadangan batubara Indonesia adalah 41 milyar ton.

Produksi Batubara Indonesia

Tabel 5. Produksi batu bara di Indonesia tahun 2008 – 2018. Satuan dalam juta ton. Sumber KESDM 2018.

Sebagian besar produksi batubara Indonesia adalah untuk ekspor. Untuk konsumsi dalam negeri, sebagian besar adalah untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Selain PLTU, juga digunakan oleh industri semen, tekstil, pupuk, pulp & paper, besi & baja.

Prospek Masa Depan Batubara di Indonesia

Gambar 3. Perbandingan antara produksi batubara, rasio ekpor, dan DMO dari tahun 2008 sampai 2018

Kebutuhan Energi yang Tumbuh 5% per Tahun

Kebutuhan batubara Indonesia akan tetap besar. Konsumsi domestik batubara Indonesia adalah untuk pemenuhan kebutuhan energi. Menurut Dewan Energi Nasional dalam Outlook Energi Indonesia 2019, permintaan energi nasional rata-rata tumbuh pertahun sebesar 5% (estimasi tahun 2019 sampai 2050 dengan skenario BaU). Sementara itu porsi batubara dalam pemenuhan energi (bauran energi) stabil di angka 32%. Artinya, pertumbuhan kebutuhan batubara untuk Indonesia sebanding dengan pertumbuhan kebutuhan energi yaitu 5% per tahun.

Bagaimana dengan ekspor batubara Indonesia? Berdasarkan grafik pada gambar 3, rasio ekspor (jumlah ekspor dibagi jumlah produksi) batubara Indonesia cenderung menurun dari 80% di tahun 2008 menjadi 64% di tahun 2018. Prediksi untuk tahun-tahun ke depannya, rasio ekspor batubara akan terus turun karena pemerintah Indonesia berkepentingan untuk mengamankan kebutuhan energi dalam negeri. Menurut proyeksi Dewan Ekonomi Nasional, rasio ekspor terhadap produksi batubara pada tahun 2050 adalah 18%.

Dampak Kebijakan DMO

Besarnya persentase ekspor batubara ini di satu sisi mendatangkan manfaat ekonomi berupa tambahan pemasukan negara, namun di sisi lain juga menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya stok batubara nasional, terutama dalam hal keamanan pasokan batubara untuk kepentingan dalam negeri. Berdasarkan hal tersebut, pada tahun 2009 pemerintah menerbitkan kebijakan pengutamaan pasokan batubara untuk dalam negeri (Domestic Market Obligation) yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No. 34 tahun 2009 tentang Pengutamaan Pemasokan Kebutuhan Mineral dan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri.

Besarnya DMO yang ditargetkan oleh pemerintah adalah sekitar 20% sampai 25%. Silahkan lihat grafik dalam gambar 3 di atas untuk melihat realisasi DMO dari tahun 2008 sampai 2018.

Bagi perusahaan tambang batu bara yang bisa memenuhi target DMO, akan diberi ijin untuk menambah kuota produksinya. Dan bagi yang tidak bisa memenuhi target DMO, maka akan diberi sanksi berupa pemotongan jatah kuota produksi.

Selain menetapkan batas kuota DMO, pemerintah juga menetapkan harga jual batubara dari produsen (perusahaan tambang) kepada konsumen dalam negeri. Jika harga batubara dunia sedang naik tinggi jauh di atas harga domestik yang ditetapkan oleh pemerintah, maka perusahaan tambang akan beresiko rugi. Silahkan googling berbagai macam dampak DMO terhadap perusahaan tambang batubara ini.

Berapa Tahun Batubara Indonesia akan Habis?

Jika produksi batubara di tahun-tahun mendatang dipertahankan sebesar 558 Juta ton per tahun (produksi batubara tahun 2018 sebagai acuan), dengan jumlah cadangan 41 milyar ton, maka cadangan batubara Indonesia akan cukup untuk produksi selama 73 tahun (41 milyar dibagi 558 juta). Jika nanti di kemudian hari ditemukan cara yang lebih efesien dan ekonomis untuk menambang batubara, maka sumberdaya batubara Indonesia yang sebesar 151 milyar ton (lihat tabel 4) akan cukup untuk produksi selama 270 tahun (151 milyar dibagi 558 juta).

Prospek Saham Batubara Indonesia

Dengan berbagai kondisi seperti yang dibahas di atas (pertumbuhan kebutuhan energi, kebijakan DMO, dan keterbatasan sumberdaya dan cadangan), bagaimana prospek bisnis batubara dan investasi melalui saham batubara? Mari kita lihat.

Daftar Perusahaan/Saham Batubara

Dalam daftar di bawah, perusahaan tbk tambang batubara dikelompokkan ke dalam sektor mining dan industri pertambangan batubara, kecuali Indika Energy (INDY) yang dikategorikan dalam industri Energi. Daftar berisi informasi nama perusahaan, kode saham, tahun IPO (go-public), jumlah sumberdaya dan cadangan batubara, dan website perusahaan.

Tabel 6. Perusahaan public (tbk) prosuden batubara di Indonesia

Silahkan klik link di bawah ini untuk melihat lebih detail tentang perusahaan, segmen bisnis, kinerja fundmental, dan kinerja harga saham batubara berikut ini. (catatan: pembuatan link masih on progress)

  • Bumi Resources (BUMI)
  • Adaro Energy (ADRO)
  • Indika Energy (INDY)
  • Bayan Resources (BYAN)
  • Bukit Asam (PTBA)
  • Dian Swastatika Sentosa (DSSA)
  • Golden Energy Mines (GEMS)
  • Indo Tambangraya Megah (ITMG)
  • Baramulti Suksessarana (BSSR)
  • Toba Bara Sejahtra (TOBA)
  • Harum Energy (HRUM)
  • Mitrabara Adiperdana (MBAP)
  • Garda Tujuh Buana (GTBO)
  • Resource Alam Indonesia (KKGI)
  • Golden Eagle Energy (SMMT)
  • Atlas Resources (ARII)
  • Alfa Energi Investama (FIRE)
  • Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS)
  • Bara Jaya Internasional (ATPK)

Perbandingan Kinerja Fundamental dan Market

Data dalam tabel 7 di bawah ini, berisi informasi kode saham batubara, kinerja laporan keuangan tahun 2018 (asset, equity, liability, revenue, profit, free cash flow, DER, interest Coverage). Untuk ROE, AVG PER, dan AVG PBV dihitung sebagai rata-rata lima tahun ke belakang (tahun 2014 sampai 2018). PER now dan PBV now adalah berdasarkan harga saham tanggal 12-Desember-2019. Data diurutkan berdasarkan rata-rata ROE.

Tabel 7. Perbandingan Kinerja Fundamental dan Valuasi harga saham batubara di BEI. Nilai dalam satuan trilyun rupiah.

Kinerja Fundamental. Perhatikan saham-saham batubara yang diberi tanda warna merah di tabel 7 di atas. Emiten yang berkinerja rata-rata ROE 5% ke atas, mereka memiliki DER yang kecil. Menunjukkan bahwa perusahaan relatif sehat dengan beban hutang yang kecil, dan ini dikonfirmasi dengan nilai interest coverage yang besar. Sebagai tambahan bacaan, silahkan baca artikel Analisa DER dan Interest Coverage.

Kinerja Market. Secara umum, valuasi harga saham batubara saat ini termasuk murah, dalam arti nilai PER dan PBV sekarang ada di bawah nilai rata-rata lima tahun. Memang, beberapa tahun terakhir harga batubara sedang turun, silahkan lihat gambar 4 dan 5 di bawah.

Pergerakan harga batubara dan index mining

Belakangan harga komoditas batubara turun karena permintaan batubara dunia sedang turun, khususnya berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang sedang melambat, lebih khusus lagi pertumbuhan ekonomi China (di mana China adalah pengguna batu bara terbedar dunia).

Gambar 4. Data historical pergerakan harga batubara. Sumber indexmundi.com

Di BEI sendiri, tidak ada index khusus untuk emiten-emiten yang tergolong indusri pertambangan batubara. Yang ada adalah index mining, di mana batubara adalah salah satu industri dalam sektor mining. Meskipun begitu, index mining bisa dianggap cukup representatif karena mostly (baik dalam jumlah emiten maupun nilai kapitalisasi pasar) sektor mining didominasi oleh industri batubara.

Gambar 5. Data historical pergerakan harga index mining (pertambangan) di BEI. Sumber: Stockbit.com

Kesimpulan

Hingga saat ini, dan sampai beberapa puluh tahun ke depan, batubara masih menjadi andalan sumber energi dunia dan Indonesia khususnya. Walaupun ada tekanan dari dunia untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan mengganti bahan bakar non fosil, untuk saat ini tetap belum menjadi ancaman yang cukup berarti bagi industri batubara. Di Indonesia sendiri, konsumsi batubara untuk domestik masih akan terus meningkat sebanding dengan pertumbuhan kebutuhan energi yang sebesar rata-rata 5% per tahun (di mana porsi batubara dalam bauran energi nasional tetap stabil di angka 30an %).

Sementara itu jumlah ekpor batubara akan berkurang dalam jangka panjang, karena pemerintah membatasinya demi menjaga kelangsungan pemenuhan energi nasional dalam jangka panjang.

Market dari komoditas batubara termasuk jenis cyclical (bersiklus), di mana ada waktu-waktu tertentu harganya naik tinggi dan waktu-waktu tertentu harganya jatuh turun, mengikuti dinamika ekonomi global. Untuk saat ini yang harga batubara sedang rendah, dan diikuti dengan rendahnya harga-harga saham batubara, tentunya memberikan kesempatan yang menarik buat investor. Namun tetap saja kita tidak akan tahu apakah harga yang sudah turun ini akan semakin turun terus apa tidak; juga kita tidak tahu kalau toh harga akan naik lagi, itu kapan waktunya dan seberapa besar kenaikannya.

Di berbagai kesempatan, Lo Kheng Hong (investor saham paling sukses Indonesia) menyampaikan bahwa sebagian besar profit investasi dia adalah dari saham-saham siklus.

Disclaimer ON.

Referensi

  • HANDBOOK OF ENERGY & ECONOMIC STATISTICS OF INDONESIA, oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral RI (2018). https://www.esdm.go.id
  • NERACA SUMBER DAYA MINERAL DAN BATUBARA STATUS 2018, oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral RI. https://www.esdm.go.id
  • Outlook Energi Indonesia 2019, oleh Dewan Energi Nasional (2019)
  • SUMBER DAYA BATU BARA TINJAUAN LENGKAP MENGENAI BATU BARA, oleh WORLD COAL INSTITUTE (2005). www.worldcoal.org
  • Coal Facts 2014, oleh WORLD COAL INSTITUTE (2014). www.worldcoal.org
  • BP Statistical Review of World Energy (2019). https://www.bp.com
  • Data Financial dan harga saham batubara di BEI. https://stockbit.com
  • Harga batubara Australia. https://www.indexmundi.com
  • Corporate website dari masing-masing emiten/perusahaan batubara yang dicantumkan di tabel 6.
  • Laporan Akhir Kajian Ketercapaian Target DMO Batubara Sebesar 60% Produksi Nasional pada Tahun 2019, oleh kementerian ESDM dan Bappenas.
Silahkan share artikel ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *