PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), yang dulunya adalah perusahaan IT Solution kecil, kini telah menjadi perusahaan investasi besar dengan alokasi aset investasinya di Indomaret, FAST, ROTI, dan anak perusahaan yang bergerak di bidang jaringan fiber optic.

Materi dalam artikel ini: (anda bisa klik link untuk jump langsung ke bagian yang anda kehendaki)

Segment Bisnis Indoritel Makmur Internasional (DNET)

Bisnis intinya terletak pada investasi pada entitas anak (PT Mega Akses Persada – MAP) dan tiga entitas asosiasi yaitu PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). MAP berfokus pada pengembangan jaringan serat optik dengan brand “FiberStar”, Indomaret di bidang usaha perdagangan retail melalui toko Indomaret, FAST pada restoran cepat saji dengan brand Kentucky Fried Chicken (KFC), dan ROTI yang bergerak pada penjualan roti, dengan merek “Sari Roti”.

Investasi pada ke-4 entitas ini merupakan bagian dari pertimbangan Perusahaan yang berfokus pada investasi di sektor kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Sejarah Indoritel Makmur Internasional (DNET)

  • 1995 PT Dyviacom Intrabumi berdiri.
  • 1996 Dyviacom resmi menjadi salah satu pemain di Internet Service Provider (ISP) dengan merk usaha DNET.
  • 1997 Membangun portal remaja dengan nama diffy.com. Beragam program dapat dinikmati dalam portal ini, seperti chatting online, konsultasi, belanja, berita seputar artis, dan renungan spiritual harian.
  • 1998 Membuat divisi baru yang disebut Dyviacom IT Solution. Divisi ini melayani segala kebutuhan IT Solution (network, aplikasi, hardware, dan lain-lain).
  • 2000 Go public di Bursa Efek Indonesia
  • 2005 Perusahaan mengubah fokus usaha dari memenuhi kebutuhan UKM kepada pemenuhan kebutuhan perusahaan besar. Perusahaan mengembangkan bisnis infrastruktur utamanya dalam bidang layanan wireless, Internet Ready Port, Virtual Private Networks (VPN) dan infrastruktur berbasis IP (Internet Protocol).
  • 2007 Perusahaan diambil alih oleh PT Philadel Terra Lestari yang melanjutkan usaha Perusahaan di bidang teknologi informasi
  • 2009 Mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan internet dan penyediaan solusi teknologi informasi berbasis web untuk pasar korporasi maupun e-Commerce untuk konsumen. Meluncurkan website www.waytodeal.com dan www.ogahrugi.com.
  • 2013 Menerbitkan saham baru dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), mendapatkan Rp 7 triliun dan digunakan untuk investasi pada 3 (tiga) perusahaan yang bergerak di industri ritel (Indomarco), restoran cepat saji (FAST) dan makanan (ROTI). Perusahaan juga diubah namanya menjadi PT Indoritel Makmur Internasional Tbk untuk mencerminkan fokus bisnis yang telah berubah.
  • 2015 Perusahaan mendirikan sebuah perusahaan baru bernama PT Indoritel Persada Nusantara (“IPN”). Melalui IPN Perusahaan menanamkan modal dalam salah satu perusahaan pengembang jaringan serat optik, PT Mega Akses Persada (MAP) yang bergerak dalam bidang penyediaan infrastruktur komunikasi di seluruh Indonesia.

Manajemen Indoritel Makmur Internasional (DNET)

  • Presiden Direktur: Haliman Kustedjo
  • Direktur: Christian Rahardi, Yunal Wijaya, Kiki Yanto Gunawan
  • Direktur Independen: Harjono Wreksoremboko
  • Presiden Komisaris: Djisman Simandjuntak
  • Komisaris: Ferry Noviar Yosaputra, Soedarsono, Howard Timotius Palar
  • Komisaris Independen: Janimiranti Inggawati, Bambang Subianto, Adi Pranoto Leman

Pemegang Saham Indoritel Makmur Internasional (DNET)

  • Hannawell Group Limited 39,35%
  • Anthoni Salim 25,30%
  • PT Megah Eraraharja 27,82%. Bagian dari jaringan bisnisnya Salim Group.
  • Public 7,53%

Anak Perusahaan Indoritel Makmur Internasional (DNET)

  • PT Indoritel Persada Nusantara (IPN). Kepemilikan 99,9%. Bisnis investasi.
  • PT Mega Akses Persada (MAP). Kepemilikan 98,09%. Bisnis Serat optik (fiber optic) untuk jaringan telekomunikasi.
  • PT Indomarco Prismatama (Indomaret). Kepemilikan 40%. Bisnis Perdagangan eceran (retail).
  • PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST). Kepemilikan 35,84%. Bisnis restoran waralaba (KFC).
  • PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Kepemilikan 25,77%. Bisnis Industri roti, kue, dan makanan lainnya

Ringkasan Kinerja Laporan Keuangan

Ringkasan Laporan Keungan dan Rasio Kinerja Indoritel Makmur Internasional (DNET) tahun 2014 – 2018.

Referensi Bahan Bacaan

  • Laporan Tahunan 2018 Indoritel Makmur Internasional (DNET) dan Informasi dari website perusahaan.
Silahkan share artikel ini