Jenis-jenis Saham dengan Berbagai Macam Kategori

Setelah memahami pengertian dan konsep saham, Selanjutnya kita perlu mengetahui jenis-jenis saham, yang umumnya dibagi berdasarkan:

Hak klaim (tagih) atas equity dan dividen

Yang termasuk jenis saham ini adalah Saham Biasa (Common Stocks) dan Saham Preferen (Preferred Stocks). Lebih lanjut tentang perbedaan saham biasa dan saham preferen, silahkan baca artikel pengertian saham preferen dan contohnya.

Status public perusahaannya

Terbagi atas saham privat (saham perusahaan non Tbk) dan saham public (saham perusahaan Tbk). Semua perusahaan apapun, sebelum go public, maka saham yang dimiliki oleh pemiliknya itu adalah saham privat. Jika pemilik perusahaan ingin menambah/mendapatkan modal dari pasar modal, maka perusahaan harus go public. Silahkan baca lebih detail bahasan tentang Manfaat dan alasan perusahaan melakukan Go Public.

Perusahaan yang sudah go public pun, adakalanya kembali go private (delisting dari pasar saham). Tentunya dengan berbagai alasan. Contoh peristiwa go private yang terkenal adalah delisting-nya saham AQUA dari pasar saham Indonesia.

Diperdagangkan secara privat atau public

Yang termasuk jenis saham ini adalah Saham seri A, saham seri B, saham treasury (treasury stock).

Saham Seri A adalah saham khusus yang mempunyai hak suara lebih besar daripada saham biasa. Tidak diperjualbelikan secara public, tapi bisa dipindahtangankan dengan kesepakatan bisnis tertentu. Tujuan utama saham seri A adalah lebih kepada hak suara daripada persentase atas kepemilikan. Pemegang saham seri A ini umumnya adalah para founder perusahaan. Mereka para pemegang saham seri A walaupun jumlah saham keseluruhan tidak mayoritas, tapi bisa punya pengaruh keputusan yang sangat besar. Di perusahaan-perusahaan BUMN, saham seri A dipegang oleh pemerintah (melalui kementerian BUMN).

Saham Seri B adalah saham yang diperjualbelikan di public (bursa). Semua saham perusahaan Tbk yang listing di bursa saham Indonesia adalah tipe saham seri B ini.

Saham treasury adalah saham public yang dibeli kembali (buyback) oleh perusahaan yang mengeluarkan saham. Dan saham treasury ini bisa dijual kembali ke market. Contoh corporate action yang terkenal adalah Bank BCA (BBCA) yang menjual saham treasury senilai total 2,6 trilyun rupiah pada tahun 2012 dan 2013. Saham treasury ini dibeli dari market (buyback) pada tahun 2006 dan 2008 ketika harga saham turun. Penjualan saham treasury ini memberikan keuntungan 1,8 trilyun rupiah (yang merupakan selisih antara harga jual saham treasury dan harga buy back).

Sektor dan Industri

Di bursa saham Indonesia, jenis saham ini dibagi atas 9 sektor. Dan tiap-tiap sektor dibagi-bagi lagi menurut industrinya. Lebih detail silahkan lihat di Kategori Saham Berdasarkan Sektor Saham dan Industri Saham.

Aktivitas perdagangan

  • Saham aktif (liquid)
  • Saham tidur
  • Saham suspend

Penjelasan lebih detail akan menyusul nanti.

Ukuran Market Cap (kapitalisasi pasar)

  • Besar (large/big cap)
  • Menengah (mid cap)
  • Kecil (small cap)

Penjelasan lebih detail akan menyusul nanti.

Popularitas kinerja bisnis dan liquiditas di pasar

  • Saham Bluechip
  • Saham kelas tidak terkenal
  • Saham gocap

Penjelasan lebih detail akan menyusul nanti.

Portfolio Investor Sadar

In summary:Saham Big and Great Business, Small and Great Business, Turnaround, siklus (Cyclical), dan saham sangat murah (Cheap Stocks). Lebih detail silahkan baca Portfolio Investor Sadar.

Silahkan share artikel ini