Obligasi

Obligasi merupakan surat pernyataan utang jangka menengah sampai jangka panjang yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk:

  • membayar imbalan berupa bunga/interest/kupon pada periode tertentu, misalnya per 3 bulan, per 6 bulan, atau per tahun.
  • dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan (jatuh tempo) kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Catatan: Obligasi sering disebut juga dengan bond, debt, atau note. Dan bunga obligasi sering disebut juga dengan rate, kupon, atau coupon. Obligasi dapat dipindahtangankan atau diperjual-belikan. Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi (emiten/issuer) merupakan faktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. Mengukur resiko / kemungkinan dari penerbit obligasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO.

Macam-Macam Jenis Obligasi

Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya

  • Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta.
  • Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
  • Municipal Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek milik pemda.

Berdasarkan sistem pembayaran bunganya

  • Coupon Bonds: obligasi dengan kupon yang dibayarkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya. Ini adalah jenis yang paling umum.
  • Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak memberikan bunga. Namun memberikan diskon yang cukup besar waktu pembeliannya.
  • Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.
  • Floating Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga variable (berubah-ubah) berdasarkan  suatu acuan (benchmark) tertentu misalnya index pasar uang.

Berdasarkan hak penukaran / opsi

  • Convertible Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
  • Exchangeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
  • Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
  • Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor  yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.

Berdasarkan jaminan atau kolateralnya

  • Secured Bonds: obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam kelompok ini, termasuk didalamnya adalah:
    • Guaranteed Bonds: Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan penanggungan dari pihak ketiga
    • Mortgage Bonds: obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas properti atau asset tetap.
    • Collateral Trust Bonds: obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.
  • Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum.

Berdasarkan nilai nominalnya

  • Conventional Bonds: obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal, Rp 10 miliar per satu lot.
  • Retail Bonds: obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil.

Berdasarkan perhitungan imbal hasil

  • Conventional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon bunga.
  • Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah, yaitu:
    • Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten.
    • Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan.

Fitur Obligasi

  • Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada akhir jatuh tempo.
  • Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.
  • Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi, sehingga memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi Kupon / bunga nya.

Harga Obligasi

Harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal. Terdapat 3 macam harga pasar dari obligasi:

  • Par (nilai Par) : Harga Obligasi sama dengan nilai nominal. Contohnya Obligasi dengan nilai nominal Rp 100 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 100 juta = Rp 100 juta.
  • at premium (dengan Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal.Contohnya Obligasi dengan nilai nominal RP 100 juta dijual dengan harga 103%, maka nilai obligasi adalah 103% x Rp 100 juta = Rp 103 juta
  • at discount (dengan Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal. Contohnya Obligasi dengan nilai nominal Rp 100 juta dijual dengan harga 95%, maka nilai dari obligasi adalah 95% x Rp 100 juta = Rp 95 juta.

Yield Obligasi

Pendapatan atau imbal hasil atau return yang akan diperoleh dari investasi obligasi dinyatakan sebagai yield, yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan dananya untuk dibelikan obligasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi, investor harus mempertimbangkan besarnya yield obligasi, sebagai faktor pengukur tingkat pengembalian tahunan yang akan diterima. Cara menghitung yield:

  • Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut.
    Current yield = bunga tahunan / harga obligasi

    Contoh:
    Jika obligasi PT ABC memberikan kupon kepada pemegangnya sebesar 15% per tahun sedangkan harga obligasi tersebut adalah 95% untuk nilai nominal Rp 1.000.000.000, maka:

    Current yield = Rp 150.000.000 / Rp 950.000.000
    Current yield = 15% / 95%
    Current yield = 15,79%
  • yield to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yang akan diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo. Formula YTM yang seringkali digunakan adalah
    YTM approximation = (C + (F-P)/n) / ((F+P)/2) 
    
    C = kupon (bunga)
    n = periode waktu yang tersisa (years to maturity)
    F = Face Value (harga jual di akhir periode)
    P = harga pembelian (purchase value)

    Contoh: Obligasi PT ABC dibeli pada 1 Januari 2016 dengan harga 95% memiliki kupon sebesar 15% dibayar setiap 3 bulan sekali dan jatuh tempo pada 25 Maret 2020. Berapakah besar YTM approximationnya?

    C = 15%
    n = 4 tahun 2 bulan 24 hari = 4,23 tahun
    F = 95%
    P = 100%
    
    YTM approximation = (C + (F-P)/n) / ((F+P)/2) 
    YTM approximation = (15 + (100-95)/4,23) / ((100+95)/2)
    YTM approximation = 16.6%
    

Referensi

Saran bacaan tambahan yang bermanfaat buat anda

Silahkan share artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *