Pasar Modal

Pasar modal adalah tempat diperjual-belikannya instrument keuangan jangka panjang seperti saham, obligasi (surat utang), reksadana, dan produk derivatif lainnya (option, futures, dll). Tiap negara memiliki pasar modal, untuk Indonesia ada Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX).

Manfaat dan Kegunaan Pasar Modal

  • Tempat perusahaan yang go public untuk memperoleh tambahan modal perusahaan dengan cara menjual sahamnya ke public.
  • Saham yang dimiliki oleh public bisa dipindah-tangankan ke pihak lain (diperjual-belikan) sehingga siapapun bisa memiliki saham public. Inilah demokratisasi pasar, di mana siapapun memiliki hak yang sama untuk memiliki bagian modal dari perusahaan public manapun
  • Perusahaan yang go public diwajibkan untuk melakukan transparansi dalam pengelolaan dan pelaporan operasional perusahaan. Sehingga meningkatkan kualitas iklim perekonomi sebuah negara

Manfaat dan alasan perusahaan melakukan Go Public

  • Memperoleh sumber modal (pendanaan) baru
  • Meningkatkan keunggulan kompetitif (Competitive Advantage)
  • Semakin dekat dekat banyak alternatif sumber dana lainnya (Obligasi, Right Issue, Pinjaman Bank, dll)
  • Peningkatan kemampuan perusahaan untuk dapat
    mempertahankan kelangsungan hidupnya (Survive)
  • Meningkatkan Citra Perusahaan (Company Image)
  • Meningkatkan Nilai Perusahaan (Company Value)

Struktur Pasar Modal Indonesia

Lihat gambar di atas untuk bagan Struktur Pasar Modal Indonesia. Terdiri atas lembaga-lembaga berikut ini:

1. OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan (salah satunya pasar modal).

2. BEI (Bursa Efek Indonesia)

Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana dan prasarana untuk mempertemukan penjual dan membeli dalam perdagangan efek.

3. KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia)

Pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa.

4. KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)

Pihak yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral ( jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain) bagi Bank Kustodian, Perusahaan Efek dan pihak lain.

5. Perusahaan Efek

Pihak yang melakukan kegiatan usaha dan memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE), Perantara Pedagang Efek (PPE), dan atau Manajer Investasi (MI). Lebih dikenal sebagai perusahaan sekuritas.

  • Penjamin Emisi Efek (underwriter):melakukan kontrak dengan calon Emiten dalam melaksanakan Penawaran Umum Saham (Initial Public Offering/IPO), dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual.
  • Perantara Pedagang Efek (Broker- Dealer): melakukan kegiatan usaha jual beli Efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain (seperti investor, reksa dana, perusahaan asuransi, dana pensiun, dll).
  • Manajer Investasi (Fund Manager, Investment Company): melakukan kegiatan usaha mengelola portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola Portofolio Investasi Kolektif untuk sekelompok nasabah (kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya).

6. Lembaga Penunjang

  • Biro Administrasi Efek (BAE) : menyelenggarakan administrasi perdagangan Efek, baik pada saat pasar perdana maupun pada pasar sekunder. BAE menyediakan jasa kepada Emiten dan Perusahaan Publik dalam bentuk pencatatan dan pemindahan kepemilikan Efek.
  • Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.
  • Wali Amanat merupakan Pihak yang dipercaya untuk mewakili kepentingan pemegang Efek yang bersifat utang.
  • Perusahaan Pemeringkat Efek merupakan Perusahaan yang bertindak sebagai Penasihat Investasi yang tugas utamanya adalah melakukan kegiatan pemeringkatan atas obyek pemeringkatan.

7. Profesi penunjang

  • Akuntan, salah satu peran Akuntan di sektor Pasar Modal adalah memeriksa laporan keuangan seperti Emiten, Perusahaan Publik, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Reksa Dana, Perusahaan Efek, dan Pihak lain yang melakukan kegiatan di sektor Pasar Modal serta memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut
  • Penilai, menjalankan kegiatan usaha penilaian di sektor Pasar Modal. Ruang lingkup kegiatan penilaian yang dilakukan Penilai Pasar Modal meliputi Penilaian Proper ti dan Penilaian Usaha.
  • Konsultan Hukum, memberikan dan menanda tangani pendapat hukum mengenai Emiten pada saat perusahaan akan melakukan proses penawaran umum (emisi) yang memberikan pendapat dari segi hukum ( legal opinion) mengenai keadaan perusahaan/Emiten. Pada prinsipnya, jasa Konsultan Hukum diperlukan untuk kepentingan semua pihak yang memerlukannya yang memberikan pendapat hukum atas suatu masalah atau obyek tertentu.
  • Notaris, adalah pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik dan wajib terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Kegiatan Notaris diperlukan di Sektor Pasar Modal dalam rangka proses Emisi Efek/Penawaran Umum serta membuat berita acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan menyusun pernyataan keputusan RUPS, baik untuk persiapan go public maupun RUPS setelah go public dan melakukan penelitian terhadap anggaran dasar berikut dengan perubahannya.

8. Investor (Pemodal)

  • Pemodal lokal maupun asing
  • Berbentuk institusi (lembaga) ataupun perseorangan (retail)

9. Perusahaan public dan Emiten

  • Emiten adalah pihak yang melakukan Penawaran Umum, yaitu kegiatan penawaran Efek yang dilakukan untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya.
  • Perusahaan Publik adalah Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang- kurangnya oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang- kurangnya Rp 3 Milyar atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Instrumen Pasar Modal

1. Saham

Diartikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) pada suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas. Saham merupakan surat berharga bukti penyertaan modal pada suatu perusahaan dan dengan bukti penyertaan tersebut pemegang Saham berhak untuk mendapatkan bagian hasil dari usaha perusahaan tersebut.

2. Obligasi

Adalah surat pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon (bunga) pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Dengan berinvestasi pada obligasi, berarti kita memberikan pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan obligasi. Umumnya, obligasi diterbitkan oleh perusahaan dan Negara dengan tingkat kupon yang lebih besar dibandingkan dengan bunga deposito. Selama obligasi belum jatuh tempo, kupon akan terus dibayarkan sesuai dengan perjanjian, apakah bulanan, 3 bulanan (triwulan), atau 6 bulanan (semesteran).

3. Sukuk

Merupakan istilah baru yang dikenalkan sebagai pengganti dari istilah obligasi syariah (islamic bonds). Sukuk secara terminologi merupakan bentuk jamak dari kata “sakk” dalam bahasa Arab yang berarti sertifikat atau bukti kepemilikan.

4. Reksa Dana

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi

5. Instrumen Derivatif (Right, Opsi, Waran)

Derivatif (Right, Opsi, Waran) adalah kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets.

6. Efek Beragun Aset (EBA)

Merupakan Efek yang diterbitkan oleh kontrak investasi kolektif (KIK) EBA yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, tagihan kartu kredit, tagihan yang timbul di kemudian hari (future receivables), pemberian kredit termasuk kredit pemilikan rumah, efek berisifat utang yang dijamin pemerintah, Sarana peningkatan kredit (credit enhancement)/ Arus kas (cash flow), serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut melalui proses sekuritisasi.

EBA ini pertama kali diperkenalkan di AS sebagai upaya pemerintah untuk mendukung sektor perumahan melalui fasilitas pembiayan kredit kepemilikan rumah (Mortgage Backed Securities). Kemudian model sekuritisasi aset ini terus berkembang ke sektor lainnya seperti perbankan hingga telekomunikasi seperti yang dilakukan oleh Telmex (Mexico) pada 1987 yang melakukan sekuritisasi aset berupa telephonereceivables, yaitu tagihan atas penggunaan pulsa telepon di masa mendatang. Di dunia internasional instrumen EBA sangat populer dengan nama Aset Backed Securities (ABS).

7. Dana Investasi Real Estate (DIRE)

Dana Investasi Real Estat adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari pemodal untuk diinvestasikan pada aset Real Estat dan atau aset yang berkaitan dengan Real Estat baik secara langsung (dengan membeli gedung/apartemen di mana sewa dan hasil penjualan dari aset properti tersebut dikembalikan ke pemodal sebagai dividen) maupun tidak langsung (dengan membeli saham/obligasi yang diterbitkan perusahaan properti). Real Estat merupakan tanah secara fisik dan bangunan yang ada di atasnya. Aset yang berkaitan dengan Real Estat adalah Efek Perusahaan Real Estat atau properti yang tercatat di Bursa Efek dan atau diterbitkan oleh Perusahan Real Estat atau properti.

Referensi

Saran bacaan tambahan yang bermanfaat buat anda

Silahkan share artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *