Peluang Investasi Saham dari Pertumbuhan eCommerce

Berdasarkan katadata.co.id 12 Februari 2018, pendapatan (revenue) eCommerce di Indonesia tahun 2016 adalah 5.8 milyar USD, dan estimasi tahun 2022 adalah 165 milyar USD. Ini memberikan angka pertumbuhan rata-rata per tahun (CAGR) 19%. Sebuah pertumbuhan yang besar. Dengan semakin maturenya pertumbuhan, dan tercapainya Economies of Scale, maka angka pertumbuhan profit akan lebih besar dari angka pertumbuhan revenue tersebut.

Sebut saja beberapa situs eCommerce berikut ini Tokopedia.com, Bukalapak.com, OLX.co.id, Lazada.co.id, Blibli.com, Elevenia.co.id, Zalora.co.id, Shopee.co.id, JD.idMataharimall.com, Berrybenka.com. Siapa sih yang belum pernah belanja online di situs-situs eCommerce tersebut. Baca juga artikel dari Detik Persaingan eCommerce Indonesia tahun 2017.

ECommerce, itu adalah sebuah gambaran ekosistem perdagangan (commerce). Semua komponen saling berhubungan dan saling terkait. Secara umum, komponen-komponenya terdiri atas:

  • pihak pembeli (demand ) dan pihak penjual (supply)
  • barang (product) atau jasa (service) yang diperjual belikan
  • layanan platform eCommerce itu sendiri. Merepresentasikan tempat terjadinya transaksi
  • layanan pembayaran (payment)
  • layanan logistik dan pengiriman (logistic and delivery)

Disruption dan Kompetisi

Disruption (Bahasa Indonesia-nya disruptif) paling besar terjadi di layanan platform eCommerce yang telah men-disrupt bisnis belanja tradisional. Pengakuan terbesar akan hal ini salah satunya terlihat dari peristiwa  Warrent Buffet aka Berkshire Hathaway menjual saham Wallmart. Raksasa Retail Wallmart telah di-disrupt oleh eCommerce macam Amazon.

Disruption berikutnya terjadi di layanan pembayaran. Silahkan baca tulisan yang cukup panjang dan detail Global Payments 2015: A Healthy Industry Confronts Disruption dari McKinsey. Pembayaran tradisional (Cash, Transfer Bank) telah/sedang/akan digerus terus oleh sistem pembayaran baru yang berdasarkan eWallet dan eMoney.  Bahkan Kartu Kredit pun terasa semakin kuno.

Disruption berikutnya adalah di layanan delivery. Namun disruption di sektor ini belum separah di dua disruption di atas (platform eCommerce dan payment). Perusahaan layanan delivery  (PT Pos, Tiki, JNE, dll) saat ini masih merayakan kenaikan bisnis sebagai dampak dari pertumbuhan eCommerce. Namun disruption dan kompetisi baru tengah mengancam, terutama dari platform delivery berbasis crowd sources (seperti Gojek, Grab, dll).

Disruption, begitu mulai sukses dan membesar, maka niscaya akan mendatangkan kompetisi. Kenapa? Karena disruption ini memunculkan jenis bisnis baru yang dengan suksesnya mengambil market bisnis lama, seperti eCommerce (Amazon) yang telah mengambil market traditional Commerce (Wallmart). Jadi ada dua perspektif kompetisi di sini, yaitu kompetisi antara yang baru (disruptor) dengan yang lama (disrupted) dan kompetisi sesama yang baru (sesama disruptor).

Trend pertumbuhan dan volume transaki eCommerce yang sangat besar, telah mengundang semua kekuatan modal dan bisnis untuk menguasainya. Menjadikan eCommerce itu seperti bidadari cantik yang turun dari kahyangan; semua pangeran yang kaya raya dan sakti pada datang dan berebut untuk mendapatkannya. Sebagai akibatnya, terjadi persaingan yang sangat sengit. Di dalam lingkungan bisnis yang sarat kompetisi, maka para pelaku harus rela untuk mendapatkan margin yang kecil.

Namun, ada ceruk peluang bisnis yang tidak begitu kelihatan. Bisnisnya ikut tumbuh seiring dengan pertumbuhan eCommerce, namun kompetisi (persaingan) tidak begitu besar, bahkan hampir tidak ada. Bisnis apakah itu? Oh, salah satunya adalah bisnis di seputaran layanan delivery. Mari kita lihat.

Peluang Bisnis di Seputar Layanan Delivery

Delivery barang membutuhkan pengepakan (packaging), dan sebagian besar bahan-bahan untuk pengepakan adalah kertas karton, kardus, plastik, dan lakban. Setelah packaging dan siap, maka barang akan dikirim oleh perusahaan layanan ekspedisi. Ekspedisi menggunakan kendaraan baik roda dua maupun lebih. Kendaraan butuh bahan bakar, perawatan ban, perawatan oli, dan lain-lainnya.

Sebagai investor, kita mesti jeli dengan kesempatan ini. Identifikasi sektor-sektor mana yang berkaitan dengan layanan delivery eCommerce, dan identifikasi perusahaan-perusahaan mana itu. Dan di antara perusahaan-perusahaan tersebut, mana yang perusahan tbk yang sahamnya bisa dibeli di bursa saham.

Mari kita lihat, perusahaan-perusahaan tbk mana yang terkait dengan hal-hal di atas:

…. To be Continued ….
(Akan diidentifikasi lagi perusahaan atau saham apa saja yang berpotensi, juga sebesar apa potensinya)

Silahkan share artikel ini

2 thoughts on “Peluang Investasi Saham dari Pertumbuhan eCommerce”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *