PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) adalah perusahaan perkebunan tertua di Indonesia. Dengan segmen kelapa sawit (oil palm), karet (rubber), benih (seeds), dan lainnya (kakao, teh).

Sertifikasi untuk Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dimulai sejak tahun 2013 seiring diraihnya sertifikasi pertama untuk minyak sawit lestari di Sumatera Utara. Pada tahun 2018, total CPO bersertifikasi ISPO mencapai 268.000 ton atau sekitar 77% total CPO tahun 2018.

Materi dalam artikel ini: (anda bisa klik link untuk jump langsung ke bagian yang anda kehendaki)

Segment Bisnis London Sumatra Indonesia (LSIP)

1. Perkebunan

Perkebunan Lonsum berlokasi di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Pada tanggal 31 Desember 2018, luas lahan perkebunan tertanam inti mencapai 115.904 hektar yang terdiri dari 96.039 hektar kelapa sawit, disusul 15.827 hektar karet dan 4.038 hektar tanaman lainnya yang terutama kakao dan teh. Lonsum juga menjalin kemitraan dengan petani plasma dengan lahan perkebunan kelapa sawit dan karet seluas 34.784 hektar.

2. Pabrik

Lonsum mengoperasikan 12 pabrik kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan, dengan total kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 2,6 juta ton per tahun. Lonsum juga mengoperasikan 4 lini produksi karet remah, 3 lini produksi karet lembaran, satu pabrik kakao dan satu pabrik teh.

3. Penelitian dan Pengembangan

Perkebunan Lonsum memanfaatkan keunggulan di bidang penelitian dan pengembangan serta keahlian di bidang manajemen agro. Pusat penelitian dan pengembangan Lonsum, Sumatra Bioscience atau SumBio, di Bah Lias Sumatera Utara berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman Lonsum.

Dalam industri perkebunan, SumBio dikenal sebagai produsen benih bibit kelapa sawit unggul dengan merek terkemuka. Bisnis ini telah menjadi pendukung penting bagi pertumbuhan usaha perusahaan.

4. Produk konsumsi

Teh Kahuripan dihasilkan dari perkebunan Kertasarie, Pengalengan, Jawa Barat. Kebun yang beroperasi sejak tahun 1908 ini memiliki pabrik pengolahan teh dengan kapasitas 35 ton pucuk teh perhari. Teh yang dihasilkan oleh pabrik sebagian besar dijual ke perusahaan produsen teh kemasan di dalam dan luar negeri. Di industri hilir (product konsumen) Lonsum membuat produk teh celup dengan merk “Kahuripan”.

Sejarah London Sumatra Indonesia (LSIP)

Sejarah Lonsum berawal lebih dari satu abad yang lalu di tahun 1906 melalui inisiatif Harrisons & Crosfield Plc, perusahaan perkebunan dan perdagangan yang berbasis di London. Perkebunan London- Sumatra, yang kemudian lebih dikenal dengan nama “Lonsum”, berkembang menjadi salah satu perusahaan perkebunan terkemuka di dunia, dengan lebih dari 100.000 hektar perkebunan kelapa sawit, karet, kakao dan teh di empat pulau terbesar di Indonesia.

Di awal berdirinya, Perseroan melakukan diversifikasi melalui penanaman karet, teh dan kakao. Di awal kemerdekaan Indonesia, Lonsum lebih memfokuskan usahanya pada tanaman karet, dan kemudian beralih ke kelapa sawit di era tahun 1980. Pada akhir dekade ini, kelapa sawit telah menggantikan karet sebagai komoditas utama Perseroan. Lonsum memiliki sebanyak 38 perkebunan inti dan 13 perkebunan plasma di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, yang memanfaatkan keunggulan Perseroan di bidang penelitian dan pengembangan, keahlian di bidang agro-manajemen, serta tenaga kerja yang terampil dan profesional.

Lonsum mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1996. Pada tahun 2007, Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri) melalui entitas anak PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mengakuisisi dan menjadi pemegang saham utama Lonsum. Sejak akuisisi tersebut, Lonsum menjadi bagian dari Grup PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) serta bersinergi dengan perusahaan-perusahaan lainnya dalam Grup Indofood.

  • 1906 PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (Lonsum) didirikan
  • 1995 Memperluas pengembangan kebun kelapa sawit dan karet di Sumatera Selatan
  • 1996 Tercatat di Bursa Efek Indonesia
  • 2007 SIMP dan IndoAgri mengakuisisi Lonsum sebagai bagian Grup Agribisnis dari Grup Indofood
  • 2011 Pemecahan nilai nominal per saham dari Rp500 menjadi Rp100
  • 2012 Implementasi SAP secara serentak di seluruh unit usaha
  • 2013 Menerima sertifikasi ISPO sekitar 45.000 ton
  • 2015 Mencapai total CPO bersertifikasi ISPO menjadi sekitar 180.000 ton
  • 2016 Mencapai total CPO bersertifikasi ISPO menjadi sekitar 217.000 ton
  • 2017 Mencapai total CPO bersertifikasi ISPO menjadi sekitar 233.000 ton
  • 2018 Mencapai total CPO bersertifikasi ISPO menjadi sekitar 268.000 ton

Manajemen London Sumatra Indonesia (LSIP)

  • Presiden Komisaris: Moleonoto (Paulus Moleonoto)
  • Komisaris: Axton Salim, Hendra Widjaja, Alamsyah
  • Komisaris Independen: Edy Sugito, Timotius
  • Presiden Direktur: Benny (Benny Tjoeng)
  • Wakil Presiden Direktur I: Tan Agustinus Dermawan
  • Wakil Presiden Direktur II: Johnny Ponto
  • Direktur: Mark Julian Wakeford, Joefly Joesoef Bahroeny

Pemegang Saham London Sumatra Indonesia (LSIP)

Anak Perusahaan London Sumatra Indonesia (LSIP)

  • PT MULTI AGRO KENCANA PRIMA. Asset Rp6.91 billion. Bisnis Plantation, Processing and Trading. Kepemilikan 99.99%.
  • PT TANI MUSI PERSADA. Asset Rp65.98 billion. Oil Palm Plantations. Kepemilikan 99.92%.
  • PT SUMATRA AGRI SEJAHTERA. Asset Rp31.93 billion. Oil Palm Plantations 99.99%.
  • PT TANI ANDALAS SEJAHTERA. Asset Rp32.14 billion. Oil Palm Plantations. Kepemilikan 90.00%.
  • PT WUSHAN HIJAU LESTARI. Asset Rp64.88 billion. Development of Agriculture, Forestry,Fishery and Trading. Kepemilikan 65.00%.
  • PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN UMUM PASIR LUHUR. Asset Rp14.16 billion. Trading, Agricultural, Industrial, and Agency/Representative. Kepemilikan 64.98%.
  • LONSUM SINGAPORE Pte., Ltd. Asset Rp433 million. Trading and Marketing. Kepemilikan 100.00%.
  • AGRI INVESTMENTS Pte., Ltd. Asset Rp18.34 billion. Agricultural Technology and Cultivation Businesses. Kepemilikan 100.00%.
  • SUMATRA BIOSCIENCE Pte., Ltd. Asset Rp0.01 million. Trading, Marketing and Research. Kepemilikan 100.00%.
  • PT MENTARI PERTIWI MAKMUR. Development of Industrial Timber Plantation. Kepemilikan 48.70%.
  • ASIAN ASSETS MANAGEMENT Pte., Ltd. Property Business. Kepemilikan 24.98%.
  • PT SUMALINDO ALAM LESTARI. Development of Industrial Timber Plantation. Kepemilikan 14.63%.

Ringkasan Kinerja Laporan Keuangan

Ringkasan Laporan Keungan dan Rasio Kinerja London Sumatra Indonesia (LSIP) tahun 2014 – 2018.

Referensi Bahan Bacaan

  • Laporan Tahunan 2018 London Sumatra Indonesia (LSIP) dan Informasi dari website perusahaan.
Silahkan share artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *